Saat Reresik Taman Badaan, Wali Kota Magelang Soroti RTH Dipadati PKL dan Wahana Permainan

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 23:45 WIB
Para pejabat hingga warga bahu-membahu membersihkan pasar hingga selter kuliner, Jumat (17/4).
Para pejabat hingga warga bahu-membahu membersihkan pasar hingga selter kuliner, Jumat (17/4).

 

 

 

 

MAGELANG - Gerakan Resik-Resik Bareng di Kota Magelang tidak sekadar soal bersih-bersih. Di balik kegiatan itu, pemkot tengah menguji kedisiplinan ruang publik, mulai dari pasar, kawasan pedagang kaki lima, hingga titik rawan macet di sekitar rumah sakit.

Sejumlah petugas dan pejabat tampak menyusuri lorong pasar, memperhatikan kondisi lapak, saluran air, hingga penataan barang dagangan. Kegiatan serupa berlanjut ke selter pedagang kaki lima (PKL) Tuin Van Java, selter Jendralan, Pasar Kebonpolo, hingga kawasan Jalan Pajajaran di sekitar RSUD Tidar.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, di setiap titik, ada persoalan berbeda yang coba dibenahi. Mulai dari penataan pedagang, fungsi ruang publik, hingga manajemen lalu lintas.

Baca Juga: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Beri Apresiasi, Pompanisasi Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Magelang

Di Taman Badaan, misalnya, persoalan kebersihan beririsan dengan penataan ruang. Area yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau justru dipadati pedagang makanan dan wahana permainan anak. Damar menyoroti kondisi tersebut sebagai bentuk tumpang tindih fungsi ruang kota. "Ini taman milik negara, harus tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau," ujarnya di lokasi.

Di pasar tradisional dan selter PKL, persoalan utama bukan hanya sampah, tetapi juga kebiasaan. Penataan barang dagangan, pengelolaan limbah, hingga kedisiplinan pedagang menjadi faktor yang menentukan wajah kawasan.

Berbeda dengan lokasi lain, persoalan di Jalan Pajajaran lebih kompleks. Di depan Gedung Aster RSUD Tidar, arus kendaraan kerap tersendat akibat keterbatasan lahan parkir. Renovasi area parkir rumah sakit membuat kapasitas berkurang, sementara jumlah pengunjung tetap tinggi.

Baca Juga: Pengamat Akuntansi Sebut PT MTG Tak Bisa Penuhi Tuntutan Karyawan karena Aset Hanya Tersisa Rp 34 Miliar

Akibatnya, badan jalan kerap menjadi area parkir dadakan. Untuk mengatasi hal itu, pemkot menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah. "Dari arah Tentara Pelajar boleh belok kanan, dari Jalan Pemuda tidak. Ini untuk mengurai kepadatan," jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah menyebut, kegiatan ini dirancang sebagai upaya membangun kenyamanan bersama. Program itu rencananya akan digelar rutin setiap Jumat, menyasar titik-titik dengan aktivitas ekonomi tinggi. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
taman badaan Magelang dAMAR PRASETYONO PKL reresik