KEBUMEN – Sejumlah titik di ruas jalan kabupaten dilaporkan rusak akibat dilewati kendaraan bertonase berat.
Kondisi ini seiring pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas karena sedang berlangsung proyek pembangunan Jembatan Karanganyar.
Kerusakan jalan terjadi di beberapa titik jalan kabupaten. Tepatnya di ruas Jalan Guyangan-Petanahan, Jalan Gombong-Puring serta Jalan Buayan-Karangbolong.
Ketiga jalan ini merupakan penghubung atau jalur alternatif dari Jalan Nasional menuju Jalur Lingkar Selatan-Selatan (JLSS).
Namun demikian, jalan tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk dilalui kendaraan bertonase berat. Artinya jalan yang sekarang dilalui kendaraan dengan beban berat memiliki kapasitas terbatas.
"Kami koodinasi dengan pemerintah pusat akibat efek penutupan jalan," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kebumen Joni Hernawan, Rabu (15/4).
Kepada Radar Jogja, Joni menegaskan, proyek pembangunan Jembatan Karanganyar merupakan hajat pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Dikatakan, atas dampak yang terjadi pemerintah daerah tidak lepas tangan begitu saja.
Saat ini, kata Joni, tim DPUPR Kebumen telah mendokumentasikan kondisi jalan sebelum maupun pasca pemberlakuan penutupan jalan nasional. Dari dokumen ini akan menjadi dasar laporan ke pemerintah pusat.
Joni berharap, pemerintah pusat nantinya memberikan semacam kompensasi berupa penyertaan anggaran melalui progam inpres jalan daerah.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Tampil Lebih Ekspresif dengan Naked Handlebar Honda Vario 125 Street
Alokasi anggaran ini sangat dinanti untuk perbaikan jalan rusak di Kebumen, khususnya di ruas jalan yang kini dilalui kendaraan berat. "Harapan kami pemerintah pusat juga perhatikan dampak," bebernya.
Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengakokasikan anggaran senilai Rp 158 miliar untuk peningkatan kualitas jalan nasional dari Kebumen hingga Purworejo.
Proyek infasruktur berskala besar ini mencakup penanganan jalan sepanjang 17,1 kilometer yang membetang dari wilayah perbatasan Jogja hingga perbatasan Banyumas.
Baca Juga: Penerima Manfaat MBG Bakal Digeser ke Anak Kurang Gizi, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo: Kami Dukung!
Selain fokus jalan, anggaran tersebut juga untuk membangun infrasruktur pendukung seperti Jembatan Karanganyar yang mengalami kerusakan.
Rencananya pembangunan Jembatan Karanganyar akan berlangsung satu bulan, mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Selama proses pembangunan berlangsung, jalan nasional akan ditutup sementara. "Selama pembangunan ini tim kami tetap monitor," kata Joni.
Warga Buayan, Masruri, 27, mengaku khawatir karena belum juga sepekan berlangsung, pembangunan Jembatan Karanganyar sudah membawa dampak kerusakan jalan.
Baca Juga: Ribuan Jemaah DIY Pamit Berangkat Haji ke Makkah, Termuda 14 Tahun Paling Tua 102 Tahun
Warga juga mengeluhkan meningkatnya volume kendaraan berat yang melintas sejak pemberlakuan penutupan jalan nasional.
"Awal-awal, habis Maghrib itu macet total. Stagnan, karena jalan sempit kendaraan besar ikut lewat," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo