Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Pembangunan Jembatan Karanganyar, Warga di Tiga Jalan Kabupaten Keluhkan Macet dan Jalan Rusak

Muhammad Hafied • Kamis, 16 April 2026 | 05:06 WIB

 

 Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan jembatan darurat sebagai alternatif akses masyarakat selama proyek Jembatan Karanganyar berlangsung. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)
 Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan jembatan darurat sebagai alternatif akses masyarakat selama proyek Jembatan Karanganyar berlangsung. (Dokumentasi Prokopim Kebumen)

 



 

 

KEBUMEN – Sejumlah titik di ruas jalan kabupaten dilaporkan rusak akibat dilewati kendaraan bertonase berat.

Kondisi ini seiring pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas karena sedang berlangsung proyek pembangunan Jembatan Karanganyar.

Kerusakan jalan terjadi di beberapa titik jalan kabupaten. Tepatnya di ruas Jalan Guyangan-Petanahan, Jalan Gombong-Puring serta Jalan Buayan-Karangbolong.

Baca Juga: ASN Keluyuran? Hati-Hati Otomatis Tercatat Tidak Bisa Absen, Pemprov DIY Terapkan Presensi Ketat selama Penerapan WFH Ini Dia

Ketiga jalan ini merupakan penghubung atau jalur alternatif dari Jalan Nasional menuju Jalur Lingkar Selatan-Selatan (JLSS).

Namun demikian, jalan tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk dilalui kendaraan bertonase berat. Artinya jalan yang sekarang dilalui kendaraan dengan beban berat memiliki kapasitas terbatas.

"Kami koodinasi dengan pemerintah pusat akibat efek penutupan jalan," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kebumen Joni Hernawan, Rabu (15/4).

Baca Juga: Banting Setir hingga Lewati Marka, Kurang Konsentrasi Picu Kecelakaan Dua Truk di Jalur Blondo-Sawitan

Kepada Radar Jogja, Joni menegaskan, proyek pembangunan Jembatan Karanganyar merupakan hajat pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Dikatakan, atas dampak yang terjadi pemerintah daerah tidak lepas tangan begitu saja.

Saat ini, kata Joni, tim DPUPR Kebumen telah mendokumentasikan kondisi jalan sebelum maupun pasca pemberlakuan penutupan jalan nasional. Dari dokumen ini akan menjadi dasar laporan ke pemerintah pusat.

Joni berharap, pemerintah pusat nantinya memberikan semacam kompensasi berupa penyertaan anggaran melalui progam inpres jalan daerah.

Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Tampil Lebih Ekspresif dengan Naked Handlebar Honda Vario 125 Street

Alokasi anggaran ini sangat dinanti untuk perbaikan jalan rusak di Kebumen, khususnya di ruas jalan yang kini dilalui kendaraan berat. "Harapan kami pemerintah pusat juga perhatikan dampak," bebernya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengakokasikan anggaran senilai Rp 158 miliar untuk peningkatan kualitas jalan nasional dari Kebumen hingga Purworejo.

 Proyek infasruktur berskala besar ini mencakup penanganan jalan sepanjang 17,1 kilometer yang membetang dari wilayah perbatasan Jogja hingga perbatasan Banyumas.

Baca Juga: Penerima Manfaat MBG Bakal Digeser ke Anak Kurang Gizi, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo: Kami Dukung! 

Selain fokus jalan, anggaran tersebut juga untuk membangun infrasruktur pendukung seperti Jembatan Karanganyar yang mengalami kerusakan.

Rencananya pembangunan Jembatan Karanganyar akan berlangsung satu bulan, mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Selama proses pembangunan berlangsung, jalan nasional akan ditutup sementara. "Selama pembangunan ini tim kami tetap monitor," kata Joni.

Warga Buayan, Masruri, 27, mengaku khawatir karena belum juga sepekan berlangsung, pembangunan Jembatan Karanganyar sudah membawa dampak kerusakan jalan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah DIY Pamit Berangkat Haji ke Makkah, Termuda 14 Tahun Paling Tua 102 Tahun

Warga juga mengeluhkan meningkatnya volume kendaraan berat yang melintas sejak pemberlakuan penutupan jalan nasional.

"Awal-awal, habis Maghrib itu macet total. Stagnan, karena jalan sempit kendaraan besar ikut lewat," jelasnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #JJLS #jalan kabupaten #Jembatan Karanganyar #DPUPR Kebumen