MAGELANG - Ratusan ketua DPRD dari seluruh Indonesia mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan nasional di tengah dinamika global.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily mengutarakan, retret ini merupakan bagian dari program melalui skema Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD). Pada angkatan kali ini, total peserta mencapai 557 orang, dengan 478 di antaranya telah hadir pada hari pertama.
Dia menegaskan, retret ini bukan sekadar kegiatan seremoni, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kepemimpinan daerah. Menurutnya, ketua DPRD memiliki posisi strategis dalam sistem pemerintahan karena menjadi bagian dari penyelenggara negara di daerah.
Baca Juga: Jogja Kalah Skor Kemajuan Kota dengan Surakarta, Begini Tanggapan Wali Kota Hasto Wardoyo
Karena itu, lanjut dia, diperlukan kesamaan visi dalam mengawal agenda nasional, khususnya Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. "Kami ingin mencetak pemimpin daerah yang memiliki karakter negarawan, holistik, berintegritas, dan mampu mengawal program nasional," ujarnya usai upacara penyambutan, Rabu (15/4).
Selama lima hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga menjalani proses internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Materi yang diberikan mencakup empat konsensus dasar bangsa, wawasan geopolitik global, hingga kebijakan strategis pemerintah pusat.
Ace menilai, pemahaman terhadap dinamika global menjadi penting, mengingat dampaknya yang langsung terasa hingga ke tingkat daerah. Selain itu, pendekatan yang digunakan juga mengombinasikan aspek intelektual dan pembentukan karakter.
Baca Juga: Ribuan Jemaah DIY Pamit Berangkat Haji ke Makkah, Termuda 14 Tahun Paling Tua 102 Tahun
Pemilihan Akmil sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Dia menyebut, lingkungan militer dianggap mampu menumbuhkan disiplin, nasionalisme, dan semangat kepemimpinan. "Di sini peserta tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan langsung atmosfer kedisiplinan dan patriotisme," katanya.
Dia menjelaskan, sejumlah pejabat tinggi negara dijadwalkan menjadi pemateri dalam retret ini. Di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan pemahaman langsung terkait arah kebijakan nasional, sekaligus memperkuat integritas para pimpinan DPRD. Materi tentang integritas menjadi satu fokus utama, mengingat posisi DPRD yang berkaitan erat dengan fungsi penganggaran dan pengawasan di daerah.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Ahmad Luthfi Minta Layanan Kesehatan Hewan Keliling Diintensifkan
Retret ini, lanjut Ace, juga diarahkan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Dalam praktiknya, banyak program nasional yang bergantung pada dukungan legislasi dan penganggaran di tingkat daerah.
Dengan adanya forum ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan antara perencanaan pusat dan implementasi di daerah. "Tujuannya agar kita berada dalam satu barisan yang sama, satu visi menuju Indonesia Emas 2045," tegas Ace.
Ace menambahkan, Lemhannas telah berkomunikasi dengan Presiden terkait kegiatan ini. Presiden diharapkan dapat hadir, terutama pada saat penutupan, meskipun jadwalnya masih bersifat tentatif. (aya)