KEBUMEN - Arahan pemerintah agar ASN beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tampaknya belum membuat lega sopir angkutan kota (angkot). Para sopir angkot mengaku belum merasakan manis dari adanya pemberlakuan kebijakan.
Ketua Paguyuban Awak Angkutan Umum Kebumen (PA2UK) Ari Sugiharto mengatakan, belum ada peningkatan penumpang sejak ASN belakangan diarahkan untuk naik transportasi umum.
Dia menyebut, sejauh ini jumlah penumpang dari kalangan ASN relatif sama seperti sebelum kebijakan diterapkan. "Belum ada bedanya. Penumpang pakai seragam orang itu-itu saja," bebernya, Selasa (14/4).
Baca Juga: Total 117.000 Meter Persegi Lahan Terdampak Tol Purwomartani-Maguwoharjo, Pembebasan Sudah 95 Persen
Ari menegaskan, dari total sekitar 200 armada angkot yang beroperasi, para sopir belum kecipratan untung dengan kebijakan hemat BBM bagi kalangan ASN.
Pendapatan mereka tetap sama karena ASN lebih memilih kendaraan lain. "Mungkin semua sopir merasakan. Masih seperti biasa," ungkapnya.
Pemerintah, kata dia, mestinya dapat memastikan implemetasi kebijakan tersebut berjalan efektif. Artinya perlu ada semacam bentuk pengawasan agar diikuti langkah konkret.
Baca Juga: Paralegal Bersertifikat Jadi Modal Penting Pengembangan Posbakum Sleman
Dengan begitu, tujuan awal penghematan BBM dapat terwujud. "Apa mungkin kebijakan masih awal, soalnya teman-teman sopir bilang tidak ada lonjakan penumpang," terangnya.
Salah satu sopir Wahidin, 41, mengaku senang dengan munculnya kebijakan ASN beralih ke transportasi umum. Kendati demikian, aturan tersebut tidak dibarengi dengan komitmen. Buktinya kenaikan jumlah penumpang belum dirasakan hingga saat ini.
Dia pun meminta kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga untuk pelajar. "Harapannya tidak cuma ASN, masyarakat umum juga harusnya beralih ke kendaraan umum," pintanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo