Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kota Magelang Kota Termaju Ke-8 di Indonesia Versi BRIN, Wali Kota Damar: PR Sampah Masih Jadi Tantangan Besar

Naila Nihayah • Senin, 13 April 2026 | 23:45 WIB
DAYA TARIK: Balon udara berbagai motif diterbangkan di Alun-alun Kota Magelang, Agustus 2024 lalu.
DAYA TARIK: Balon udara berbagai motif diterbangkan di Alun-alun Kota Magelang, Agustus 2024 lalu.

 

 

MAGELANG - Magelang menorehkan capaian nasional dengan masuk peringkat sepuluh besar kota termaju di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun, di balik prestasi tersebut, masih tersisa pekerjaan rumah yang menuntut pembenahan berkelanjutan.

 

Berdasarkan penilaian BRIN, Kota Magelang menempati posisi kedelapan secara nasional dengan skor indeks 4,29. Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator, mulai dari daya saing daerah hingga keberhasilan dalam pemberdayaan masyarakat.

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, keberhasilan tersebut tidak lepas dari perbaikan sejumlah indikator sosial ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan angka pengangguran dan kemiskinan menjadi satu faktor utama yang mendorong peningkatan daya saing daerah.

 Baca Juga: WFH bagi Pegawai di Gunungkidul Diterapkan;  Harus di Rumah saat Jam Kerja, Keluyuran tanpa Alasan Kedinasan Disanksi Tegas

Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan tren meningkat. Menurut Damar, capaian tersebut sekaligus mencerminkan efektivitas program-program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan.

 

"Ini bukan hasil kerja satu dua pihak, tetapi kontribusi seluruh masyarakat yang terlibat dalam pembangunan," ujarnya, Senin (13/4).

 

Damar menegaskan, penghargaan yang diterima tidak boleh dipandang sebagai keberhasilan kepala daerah semata. Dia menilai, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) hingga masyarakat.

 Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Sabtu 11 April 2026

"Ini adalah kerja bersama. Semua pihak punya peran, baik secara langsung maupun tidak langsung," tegasnya.

 

Karena itu, Damar mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Menurut dia, masih banyak persoalan mendasar yang harus diselesaikan, sehingga prestasi ini seharusnya menjadi pemacu, bukan titik akhir.

 

"Jangan sampai lengah. Ini justru menjadi tantangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," bebernya.

 Baca Juga: Buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ala Guru Kulon Progo Usung Lokalitas dan Budaya Daerah

Dia juga mengakui, dalam lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya, berbagai persoalan belum sepenuhnya teratasi. Pembangunan, menurutnya, tidak bisa dilakukan secara instan.

 

Satu isu yang masih menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Permasalahan ini dinilai sebagai tantangan klasik yang belum sepenuhnya terurai, meski berbagai upaya telah dilakukan.

 

Damar menekankan pentingnya membangun rasa memiliki terhadap kota di kalangan warga. Dia menambahkan, kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan intervensi pemerintah.

Baca Juga: Menilik Kekayaan Sejarah dan Geologi dari Candi Abang, Gua Jepang hingga Lava Bantal, Potensi Besar Jogotirto Jadi Wisata Edukasi Geografi  

"Kalau masyarakat sudah merasa memiliki, mereka akan menjaga kotanya tanpa harus disuruh," terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu menyoroti pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam menjaga dan meningkatkan daya saing kota. Terlebih, Magelang memiliki keterkaitan erat dengan daerah penyangga di sekitarnya, seperti Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, hingga Wonosobo.

 

"Kolaborasi regional menjadi kunci. Potensi antarwilayah harus saling menguatkan," paparnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#kota termaju #Magelang #dAMAR PRASETYONO #BRIN #Sampah