Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral ! Balita 1,5 Tahun Alami Hiportemia Saat Dibawa Mendaki Gunung Ungaran oleh Orang Tuanya, Banjir Kecaman Warganet

Meitika Candra Lantiva • Senin, 13 April 2026 | 12:00 WIB
Proses evakuasi balita mengalami hipotermia di Gunung Ungaran saat dibawa mendaki oleh kedua orangtuanya, Sabtu (11/4/2026). (Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang)
Proses evakuasi balita mengalami hipotermia di Gunung Ungaran saat dibawa mendaki oleh kedua orangtuanya, Sabtu (11/4/2026). (Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang)

 

RADAR JOGJA - Seorang balita 1,5 tahun mengalami hipotermia di Gunung Ungaran viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (11/4/2026) siang.

Kejadian bermula saat balita perempuan inisial LL itu dibawa orangtuanya mendaki ke Gunung Ungaran, Semarang.

Saat mencapai Puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi tubuh balita menurun seiring terjadi cuaca ekstrem di lokasi.

Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur jalur pendakian, yang memicu suhu udara semakin ekstrem.

Baca Juga: Michael Carrick Ungkap Manchester United Semakin Dekat untuk Capai Kesekapatan Kontrak Jangka Panjang dengan Kobbie Mainoo

Paparan udara dingin dan air hujan menyebabkan balita terus menangis.

Dilain sisi menunjukkan gejala fisik hipotermia pada tubuh balita tersebut.

Tubuhnya menggigil hebat dan keadaran mulai menurun.

Beruntung saat kejadian Tim Basarnas dan Relawan Gabungan  sedang bersiaga mengawal acara Semarang Mountain Race.

Petugas menerima laporan tersebut segera menuju ke lokasi melakukan tindakan penyelamatan.

Baca Juga: Sunderland 1-0 Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi: Para Pemain Takut Terdegradasi

Langkah utama yang dilakukan yaitu dengan menaikkan suhu tubuh balita. 

Pertolongan pertama yaitu, menyelimuti korban dan memberikan penghangat di titik-titik vital.

Setelah tangis bayi mereda dan tubuh kian menghangat, pemeriksaan selanjutnya diserahkan ke medis.

Meski proses evakuasi sempat terkendala cuaca ekstrem dan medan yang licin, balita tersebut mampu terselamatkan.

Video detik-detik penyelamatan balita terkena hiportemia pun viral di media sosial.

Warganet pun mengecam aksi orang tua yang egois tanpa mempertimbangkan keselamatan anaknya.

Mereka beramai-ramai memberikan umpatan buruk terhadap orangtua yang dianggap belum siap menjalankan rumah tangga tersebut.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Perbedaan Air Mineral dan Air Demineral

"Kalau belum siap beranak, nafsu 'anak muda'nya masih bergejolak mending memelihara anak ayam atau tuyul," geram warganet di platform X.

Sejumlah kritikan juga disampaikan kepada petugas penjagaan di pintu masuk, lantaran dinilai kurang selektif mengizinkan pendaki mengajak balita.

Dari peristiwa itu, menjadi pembelajaran bahwa para pendaki harus lebih bijak dalam menentukan partner mendaki. 

"Apalagi sampai mengajak balita begitu. Kan kasihan, anaknya bisa aja tidak selamat jika tidak segera mendapatkan pertolongan tim penyelamat SAR, hadeh nggak ngerti lagi dengan jalan pikiran orang tua seperti kejadian itu," beber warganet lainnya.

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Viral #Cuaca Ekstrem #gunung ungaran #hipotermia #balita