MAGELANG - Sedikitnya ada 24 dokter muda peserta program internship mulai menjalani masa tugas di Kota Magelang. Mereka ditempatkan di RSUD Tidar serta sejumlah puskesmas. Program ini berlangsung selama satu tahun dan mereka akan dihadapkan pada kondisi riil pelayanan kesehatan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, pengalaman di lapangan tidak hanya soal keterampilan klinis, tetapi juga pembentukan karakter. Menurutnya, dokter tidak cukup hanya mampu mendiagnosis dan mengobati. Namunu juga harus memiliki empati dalam menghadapi pasien.
"Nilai lebih seorang dokter bukan hanya menyembuhkan, tapi juga menenangkan," ujarnya di Pendopo Pengabdian Jumat (10/4).
Baca Juga: PSS Sleman Tak Terpengaruh Kenaikan Harga Avtur yang Berimbas Naiknya Ongkos Pesawat
Di tengah tuntutan pelayanan yang tinggi, kata dia, para dokter muda ini juga mulai menangkap berbagai persoalan di fasilitas kesehatan. Terutama di tingkat layanan dasar seperti puskesmas. Sejumlah masukan muncul terkait perlunya peningkatan fasilitas penunjang, termasuk perawatan alat kesehatan serta optimalisasi layanan laboratorium.
Damar mengatakan, keterbatasan jam layanan juga menjadi perhatian. Usulan agar layanan laboratorium dibuka hingga sore hari mencuat sebagai salah satu solusi untuk mempercepat proses diagnosis dan penanganan pasien.
Baca Juga: Fokus Ganda PSIM Jogja; Jaga Performa di Kompetisi Sekaligus Kejar Club Licensing dan Siapkan Homebase Musim Depan
Selain itu, lanjut dia, layanan poliklinik sore dinilai cukup efektif menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak sempat berobat di pagi atau siang hari. Dalam praktiknya, layanan ini mampu melayani sekitar 10 hingga 18 pasien per hari.
Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso menegaskan, meskipun berstatus peserta internship, para dokter muda tetap menjadi bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan di daerah. Karena itu, mereka dituntut cepat beradaptasi dengan sistem yang ada, termasuk memahami fasilitas, alur layanan, hingga standar operasional di setiap tempat tugas.
Sri Harso juga mengingatkan pentingnya disiplin dan etika profesi dalam menjalankan tugas sehari-hari. "Harus mengenali sistem layanan yang ada dan menjaga profesionalitas," katanya. (aya/eno)