MUNGKID - Ketidakhadiran Kepala Desa (Kades) Sambeng Rowiyanto sejak awal Desember 2025 hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Namun di tengah situasi tersebut, roda pelayanan publik di tingkat desa tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng Khairul Hamzah menyebut, hingga saat ini warga belum mengetahui keberadaan Rowiyanto. "Masih belum tahu di mana beliau. Kami juga tidak bisa menghubungi, dan beliau tidak menghubungi kami," ujarnya Jumat (10/4).
Diketahui, Rowiyanto terakhir kali terlihat di ruang publik pada 4 Desember 2025. Saat itu, dia menghadiri pertemuan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam.
Baca Juga: Dapat Player of The Match saat Lawan Persipal Palu FC, Striker Asing PSS Sleman Gustavo Tocantins Mengaku Belum Puas
Pertemuan tersebut membahas rencana penambangan tanah uruk di wilayah Desa Sambeng yang akan digunakan untuk proyek pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen. Dalam forum itu, mayoritas warga menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut.
Sehari setelah pertemuan, tepatnya sejak 5 Desember 2025, Rowiyanto dilaporkan tidak lagi bisa dihubungi. "Kalau dihitung, sudah sekitar empat bulan lebih sejak beliau tidak bisa dihubungi," kata Khairul.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan apakah ketidakhadiran kepala desa berkaitan langsung dengan polemik tersebut. Kendati demikian, pelayanan kepada warga tetap menjadi prioritas.
Baca Juga: Buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Ala Guru Kulon Progo, Usung Lokalitas dan Budaya
Dia mengatakan, pemerintah desa memastikan seluruh kebutuhan administrasi warga, mulai dari surat-menyurat hingga layanan dasar lainnya tetap dilayani. "Pelayanan berjalan sebagaimana mestinya. Operasional sehari-hari dijalankan oleh Bu Carik (sekretaris desa, Red) dengan baik," bebernya.
Khairul melanjutkan, meski pelayanan tetap berjalan, warga tetap berharap ada kejelasan terkait keberadaan Rowiyanto. Absennya kades dalam waktu yang cukup lama dinilai dapat berdampak pada pengambilan keputusan strategis di tingkat desa. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita