MAGELANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana yang merusak rumah di dua kelurahan.
Di tengah keterbatasan, bantuan difokuskan untuk mempercepat pemulihan fisik bangunan yang dinilai berisiko membahayakan keselamatan penghuni.
Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro mengatakan, bantuan difokuskan pada kebutuhan paling mendesak, yakni memperkuat kembali struktur bangunan warga yang terdampak.
Baca Juga: Gunungkidul Alami Perubahan Signifikan, Hamengku Buwono X: Pembangunan Jangan di Pantai Saja
"Satu penerima bantuan adalah Misyah, warga Kampung Bogeman Wetan, Kelurahan Panjang, yang rumahnya mengalami kerusakan cukup serius pada bagian lantai yang ambles," katanya, Rabu (8/4).
PMI juga menyalurkan bantuan di lokasi lain, yakni rumah milik Budiyah di Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, yang terdampak tanah longsor.
Meski peristiwa longsor tersebut tidak terjadi dalam waktu dekat, PMI menilai kebutuhan pemulihan tetap mendesak, terutama untuk memperbaiki bagian bangunan yang rusak.
Baca Juga: Kolam Renang di Seyegan Sleman Mangkrak tanpa Perawatan, Kini Jadi Objek Penyidikan Korupsi Kejari Sleman: Potensi Kerugian Negara Capai Rp 498 Juta
Sebanyak 20 sak semen disalurkan guna mendukung proses pembangunan kembali rumah warga. "Fokus kami bagaimana rumah ini bisa segera diperbaiki agar aman ditempati kembali," ujar Suryantoro.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, kondisi rumah warga memang membutuhkan penanganan segera karena berpotensi membahayakan. "Kondisinya cukup memprihatinkan dan berbahaya kalau tidak segera diatasi," ujarnya.
Dia pun mendorong proses perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan, warga, hingga instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus mencegah dampak kerusakan meluas ke area sekitar. (aya/pra)