Dampak kenaikan harga plastik semakin dirasakan para pelaku usaha kecil. Tak terkecuali bagi bakul tempe. Mereka mengaku fluktuasi harga plastik yang tak menentu membuat pedagang harus memutar otak agar usaha tetap berjalan tanpa menanggung kerugian.
Seperti diungkapkan perajin tempe Kuat Nur Taufik, 38, yang sekarang sudah melakukan penyesuaian harga buntut dari kenaikan harga plastik.
Dia menyatakan, tak ada pilihan lain selain menaikan harga untuk menyikapi kondisi harga plastik belakangan ini. "Sejak perang, plastik mahal. Otomatis harga ikut mahal," ungkapnya kepada Radar Jogja, Selasa (7/4).
Baca Juga: Terus Konsisten Berikan Edukasi Berkendara Astra Motor Yogyakarta Sambangi SMKN 1 Purworejo
Kuat mengatakan, penyesuaian harga tempe tentu menjadi pilihan berat bagi para produsen. Namun semua itu harus dilakukan demi menjaga stabilitas usaha. Dia menyebutkan, mayoritas perajin tempe kerepotan menghadapi tantangan pasar.
Terlebih lagi harga bahan baku tempe berupa kedelai sekarang juga perlahan ikut naik. "Ada kenaikan Rp 200 perak. Dari sebelumnya harga normal Rp 2.000," jelas perajin tempe asal Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong ini.
Selain harga plastik dan kedelai, penyesuaian harga tempe juga akan dilakukan jika pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia memprediksi fluktuasi harga tempe masih akan terus terjadi selama konflik di Timur Tengah belum mereda. "Belum apa-apa sekarang kedelai mulai naik. Untungnya pelanggan mulai memaklumi," katanya.
Penjual tempe lain Fatimah, 42, menyiasati kenaikan harga plastik dengan penyesuaian ukuran produk. Ia cukup khawatir ketika harga tempe naik, maka pelanggan akan kabur. Oleh karena itu jalan terbaik menurutnya dengan merubah ukuran tempe. "Punya saya harga masih normal, tapi volumenya sedikit dikurangi," bebernya.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga plastik memaksa produsen tempe harus memutar otak agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Ke depan tak menutup kemungkinan dirinya ikut menyesuaikan harga tempe jika harga plastik tak terkendali. "Berlaku semua jenis tempe, waktunya harga naik nanti akan naik," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo