Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kebumen Puncaki Kunjungan Wisata di Jateng, Pokdarwis Prihatin Angka Kecelakaan Laut Meningkat

Muhammad Hafied • Selasa, 7 April 2026 | 09:10 WIB
Petugas gabungan mengevakuasi jasad Ibnuyun, 15, wisatawan asal Banjarnegara yang hanyut terseret ombak Pantai Watubale. (Dokumentasi Basarnas Cilacap)
Petugas gabungan mengevakuasi jasad Ibnuyun, 15, wisatawan asal Banjarnegara yang hanyut terseret ombak Pantai Watubale. (Dokumentasi Basarnas Cilacap)

 

 

KEBUMEN - Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kebumen meminta seluruh pengelola destinasi wisata di kawasan pantai memperhatikan manajemen Search and Rescue (SAR). Hal ini dianggap penting mengingat maraknya insiden wisatawan terseret ombak selama musim libur Lebaran 2026.

 

Ketua Forum Pokdarwis Kebumen Taufiq Hidayat menyampaikan, banyaknya wisatawan yang terseret ombak hingga berujung kematian tidak boleh dianggap enteng.

Oleh karena itu penting bagi pihak terkait memastikan manajemen SAR yang memadai. Kesiapan ini menurutnya sebagai modal penting untuk menekan angka kecelakaan di lokasi wisata.

Baca Juga: Ditangkap, Tiga Pemuda Nekat Begal Pasutri di JJLS Kebumen

"Saya yakin banyak wisatawan tidak paham karakter pantai di Kebumen. Kondisi ini perlu menjadi catatan bersama," katanya kepada Radar Jogja, Senin (6/4).

 

Dia mengatakan, lonjakan wisatawan selama musim libur panjang sering kali tidak diimbangi kesiapan dalam hal mitigasi bencana dan keselamatan. Dengan sistem SAR yang terorganisir dengan baik dia berharap mampu mengurangi risiko kecelakaan laut.

"Tanpa manjemen SAR yang tertata dan massif, potensi kecelakaan akan terus tinggi," jelasnya.

 Baca Juga: Sebanyak 550.796 Orang se-DIY Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Bukan Hanya Pekerja Kantoran tapi Juga Marbot

Taufik pun menyinggung jumlah wisatawan yang datang ke Kebumen selama musim libur lebaran kemarin terbanyak di Jawa Tengah. Capaian ini baginya patut diapresiasi karena mampu menandingi kota-kota besar lain seperti Semarang dan Surakarta.

 Namun, di sisi lain ada peristiwa yang mampu menyedot perhatian publik. Yakni maraknya insiden kecelakaan laut di kawasan pantai selatan Kebumen.

"Data dari dinas provinsi menunjukkan orang datang ke Kebumen itu 675 ribu. Ini prestasi, tapi kami perihatin angka kecelakaan laut juga meningkat," ucapnya.

 Baca Juga: Kejari Segera Umumkan Tersangka Baru Kasus Hibah Pariwisata Sleman, Awal Pekan Depan Hakim Putuskan Vonis Mantan Bupati Sri Purnomo

Dia mendorong agar pemerintah daerah bersama pengelola wisata dapa berkolaborasi memperkuat sistem pencegahan dan keselamaan wisatawan.

Bahkan bila perlu sistem ini tidak hanya diterapkan saat musim libur panjang tiba, melainkan ditetapkan sebagai standar operasional di setiap destinasi wisata. "Cukup tahun ini saja. Kasihan keluarga korban, mau liburan malah berujung duka," ujarnya.

 

Radar Jogja mencatat, selama musim libur lebaran hingga Jumat (3/4) terdapat 10 wisatawan meregang nyawa setelah terseret ombak pantai selatan.

Baca Juga: Pemprov DIY Pastikan WHF Mulai Jumat Ini, Pengawasan ASN Jadi PR Besar, Ini Kara Gubernur DIY Hamengu Buwono X

Adapun lokasi kejadian berada di Pantai Karangbolong, Pantai Mliwis, Pantai Suwuk, Pantai Pecaron, Pantai Setrojenar dan Pantai Gajah. Para korban mayoritas teridentifikasi masih berusia anak-anak.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen menyebut peristiwa kecelakaan laut yang menelan tiga korban jiwa dipicu kurangnya pemahaman wisatawan terhadap karakter pantai selatan Kebumen.

Kondisi ini kerap tak disadari wisatawan, khususnya bagi mereka yang datang dari luar daerah. Belum lagi mereka juga terkadang mengabaikan imbauan maupun peringatan petugas.

"Pengunjung tidak mengetahui karakter pantai Kebumen. Terlihat landai, tapi di titik tentu ada cekungan yang membahayakan," jelas Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#Karangbolong #SAR #pokdarwis #BPBD #lakalaut