MUNGKID - Jaringan air bersih di lereng Gunung Merapi sepanjang 39,8 kilometer (km) rusak diterjang banjir lahar hujan pada awal Maret lalu. Akibatnya, ribuan kepala keluarga di tujuh desa di Kecamatan Dukun, sempat kehilangan akses air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Magelang dampak kerusakan jaringan distribusi air bersih meluas ke tujuh desa. Yakni Paten, Sewukan, Sengi, Sumber, Wates, Krinjing, dan Keningar. Kerusakan tersebut dipicu banjir lahar, ketika curah hujan tinggi di kawasan hulu Merapi menyeret material vulkanik berupa pasir, batu, dan lumpur melalui alur sungai.
Selain merusak permukiman dan infrastruktur, aliran material juga memutus jaringan pipa air bersih milik warga. Merespons hal itu, Pemkab Magelang bersama BNPB pun mulai menyalurkan bantuan pipa jaringan air bersih sebagai langkah awal pemulihan. Bantuan tersebut didistribusikan ke wilayah terdampak, satu di antaranya di Desa Sumber, Dukun.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Magelang Bela Pinarsi menyebut, pemulihan akses air bersih menjadi prioritas utama pascabencana. "Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika jaringan rusak, dampaknya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya Jumat (3/4).
Baca Juga: Bapanas Sebut DMO 35 Persen Dinilai Mampu Jaga Stabilitas Minyakita, Dorong Alokasi Ditingkatkan Jadi 60 Persen
Menurutnya, kondisi geografis Magelang yang berada di lereng Merapi membuat wilayah ini rawan terhadap bencana, baik vulkanik maupun hidrometeorologi. Karena itu, gangguan terhadap infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi risiko berulang yang harus diantisipasi.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kata dia, percepatan pemulihan sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat. Bantuan pipa dari BNPB mulai disalurkan menjadi bagian dari upaya menutup kebutuhan mendesak di lapangan.
Baca Juga: Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar sejak Kamis, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo mengatakan, distribusi bantuan masih berlangsung bertahap. "Bantuan sudah mulai datang dan dalam minggu ini masih ada beberapa pengiriman yang akan menyusul," katanya.
Dia berharap, perbaikan jaringan dapat segera dilakukan agar warga kembali memperoleh akses air bersih, sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan sanitasi. (aya/eno)