Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pertama Kali Sejak 1894, Potongan Kayu Salib Suci Keluar dari Gereja Santo Ignatius untuk Memohon Berkah dan Lingkungan Asri bagi Magelang

Naila Nihayah • Jumat, 3 April 2026 | 21:12 WIB
Umat Katolik mengikuti kirab Salib pada Jumat Agung, Jumat (3/4).
Umat Katolik mengikuti kirab Salib pada Jumat Agung, Jumat (3/4).

 

 

Untuk kali pertama, relikui Salib Yesus yang diyakini sebagai potongan kayu dari salib tempat Yesus Kristus disalibkan diarak mengelilingi Kota Magelang dalam Kirab Salib Jumat Agung, Jumat (3/4). Prosesi ini menjadi momen langka sekaligus pusat perhatian dalam perayaan yang diikuti ribuan umat Katolik.

Relikui tersebut selama ini tersimpan di dalam Gereja Katolik Paroki Santo Ignatius Magelang dan jarang diperlihatkan kepada publik. Dalam kirab tahun ini, relikui dibawa keluar dan diarak bersama umat sebagai bagian dari devosi salib sekaligus doa bagi kota.

Kirab dimulai dari Gereja Katolik Paroki Santo Ignatius Magelang sekitar pukul 08.15. Ribuan umat yang telah berkumpul sejak pagi tampak mengenakan busana bernuansa adat Jawa, membawa salib masing-masing, lalu berjalan menyusuri ruas jalan utama kota hingga depan Mako Polres Magelang Kota sebelum kembali ke gereja.

Baca Juga: Jemaat Menangis Kenang Penderitaan Yesus Kristus saat Mengikuti Tablo Jumat Agung di "Golgota" Kalasan

Prosesi ini tidak hanya menghadirkan arak-arakan salib, tetapi juga visualisasi perjalanan Yesus memanggul salib hingga peristiwa penyaliban. Setibanya kembali di gereja, umat menyaksikan peragaan detik-detik penyaliban yang dikemas secara dramatik dan khidmat.

Ketua panitia, Albertus Indra Febriawan menyebut, ribuan peserta itu terbagi dalam 13 wilayah paroki. Setiap wilayah membawa satu Salib Pengharapan yang telah disiapkan panitia. Total terdapat 13 salib utama yang menjadi simbol kontribusi masing-masing wilayah dalam prosesi tersebut.

Sementara itu, setiap umat juga membawa salib pribadi dari rumah. "Total ada sekitar 1.200 salib yang dibawa umat. Nantinya juga akan ada pemberkatan bersama setelah ibadat," jelasnya di sela kegiatan.

Baca Juga: Pemerintah Efisiensi Anggaran, Abdul Mu'ti : Guru PPPK Tenang, Kemendikdasmen Sudah Punya Solusi

Selain salib, umat juga membawa benda-benda rohani untuk diberkati bersama oleh romo, memperkuat makna spiritual dalam perayaan tersebut.

Satu momen penting dalam kirab tahun ini adalah diaraknya relikui Salib Yesus, yang diyakini sebagai potongan kayu dari salib tempat Yesus disalibkan. Relikui tersebut telah lama tersimpan di gereja dan baru kali ini dibawa keluar untuk diarak mengelilingi kota.

Kepala Paroki Santo Ignatius Magelang FX Alip Suwito menjelaskan, relikui tersebut memiliki nilai sejarah panjang. Menurut catatan, relikui itu sudah ada sejak 8 April 1894. "Artinya jauh sebelum gereja ini berdiri sekitar tahun 1900. Selama ini disimpan di dalam, dan baru kali ini kita arak untuk mendoakan kota," ujarnya.

Baca Juga: Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar sejak Kamis, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Relikui tersebut, kata dia, dilengkapi dokumen berbahasa Latin yang menyatakan keaslian dan pemberkatannya oleh otoritas Gereja di Vatikan. Menurutnya, kirab dan devosi salib ini menjadi sarana untuk mempersembahkan doa bagi Kota Magelang, khususnya dalam membangun harmoni, kepedulian, dan lingkungan yang lebih asri.

Dia menambahkan, kirab Salib tahun ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan internal umat Katolik. Tetapi juga mendapat dukungan lintas elemen, termasuk pengamanan dari Banser sebagai bentuk nyata toleransi antarumat beragama.

Romo Alip menekankan makna mendalam Jumat Agung sebagai momentum refleksi iman. Ia menyebut ada dua nilai utama yang dihayati umat, yakni pengorbanan dan keikhlasan. "Pada hari ini kita belajar berkorban dan ikhlas, seperti Tuhan yang rela memberikan diri-Nya untuk manusia," inbuh dia.

Baca Juga: Bapanas Sebut DMO 35 Persen Dinilai Mampu Jaga Stabilitas Minyakita, Dorong Alokasi Ditingkatkan Jadi 60 Persen

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, kegiatan ini mencerminkan wajah Kota Magelang sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi. "Inilah wajah Kota Magelang yang sesungguhnya, kota yang asri, nyaman, dan memiliki tingkat toleransi yang luar biasa," paparnya.

Da juga menyebut, kirab ini sebagai kado doandari umat Katolik bagi kota di momentum hari jadi ke-1.120. "Saya terharu, momentum ini kita jalani dengan penuh khidmat dan kebersamaan," sambungnya. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#relikui Salib Yesus #Gereja Katolik Paroki Santo Ignatius Magelang #dAMAR PRASETYONO #vatikan #Kota Magelang