Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Pantai Setrojenar sejak Kamis, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Muhammad Hafied • Jumat, 3 April 2026 | 19:37 WIB
PENCARIAN: Tim SAR Gabungan menyisir area Pantai Setrojenar setelah dua bocah dilaporkan hanyut terseret ombak. (Dokumentasi Basarnas Cilacap)
PENCARIAN: Tim SAR Gabungan menyisir area Pantai Setrojenar setelah dua bocah dilaporkan hanyut terseret ombak. (Dokumentasi Basarnas Cilacap)

KEBUMEN - Peristiwa kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan pesisir selatan Kebumen. Kali ini insiden terjadi di Pantai Setrojenar pada Kamis (2/4) yang mengakibatkan dua bocah hanyut terseret ombak.

Adapun korban masing-masing Ikhsan Nur Awali, 11, dan Andika Rizki Maulana, 11. Kedua merupakan warga Desa Banjurmukadan, Kecamatan Buluspesantren. Hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Kejadian tersebut bermula ketika korban sedang berwisata di Pantai Setrojenar. Sekira pukul 14.30 korban memutuskan untuk bermain air di area pantai. Namun tak disangka ombak besar tiba-tiba muncul hingga menyeret mereka ke arah laut. "Masih dalam pencarian," jelas Koordinator Tim SAR Gabungan Trisno Jumat (3/4).

Baca Juga: Jembatan Jonge Ambrol, Akses Vital Warga Lumpuh: Jalur Utama Semanu-Pantai Selatan, Mobilitas Dialihkan ke Jalur Alternatif

Upaya pencarian korban dilakukan dengan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai. Proses pencarian ini akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut. Bagi masyarakat atau wisatawan juga diimbau untuk selalu waspada dan tidak nekat mandi perairan pantai.

Tak berselang lama, BPBD Kebumen mencatat ada tiga insiden kecelakaan serupa di lokasi berbeda. Pada Rabu (1/4) Pujianto, 55, warga Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang dilaporkan hanyut di Sungai Kreteg. Korban diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk mencari ikan. Namun hingga malam korban tak kunjung pulang ke rumah. "Titik terang sementara ditemukan caping korban tersangkut di sela batu sungai," ungkap Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto.

Baca Juga: Membuka Tabir Gunung Slamet: Sejarah, Letusan, dan Mitos Ramalan Jayabaya

Selain insiden di Desa Kedunggong, BPBD Kebumen juga menerima laporan peristiwa yang membahayakan nyawa manusia. Lokasinya di Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan pada Kamis (2/4) sore. Korban bernama Bahrudin, 72, dilaporkan hanyut di Sungai Jatinegara sekira pukul 17.00. "Diduga terpeleset dan hanyut. Petugas hanya menemukan sepeda motor korban di dekat sungai," ucap Heri.

Dia menegaskan, terhadap masing-masing korban telah dilakukan upaya pencarian dengan melibatkan berbagai unsur. Tim SAR gabungan juga telah disebar di tiga lokasi kejadian berbeda. "Langsung kami buka tiga operasi pencarian. Berbagai upaya dilakukan," katanya.

Bahrudin asal Desa Lemahduwur berhasil ditemukan Jumat (3/4) pukul 14.45. Lokasinya dekat dengan Jembatan Desa Rangkah, Kecamatan Buayan atau sekitar 7 kilometer dari titik lokasi kejadian. "Jenazah dibawa ke rumah duka langsung pemakaman hari ini," jelas Heri. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tim sar gabungan #Kecamatan Buluspesantren #kecelakaan laut #terseret ombak #Pantai Setrojenar