RADAR JOGJA - Sebanyak 22 ribu lebih bibit pohon bakal ditanam di Gunung Slamet, Jawa Tengah.
Reboisasi itu sebagai wujud memperbaiki lahan yang gundul dampak banjir dan longsor, serta upaya memperkuat fungsi hutan lindung dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Langkah ini dilakukan oleh Perhutani untuk menghijaukan lereng Gunung Slamet di lahan seluas 21,5 hektare.
Melansir dari akun Instagram resmi BUMN (bumn_id), penanaman dilakukan di lahan kritis yang terbagi di Petak 48,30 dan 57 RPH Guci dan Petak 53 dan 54 RPH Batumirah.
Baca Juga: Terseret Arus hingga 100 Meter, Wisatawan Nyaris Tenggelam di Pantai Ngrumput
Kegiatan penghijauan dilakukan mulai 4 April 2026, melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, TNI dan Polri, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam), relawan dan masyarakat.
Sebelumnya, bentang alam Gunung Slamet menjadi sorotan lantaran penebangan hutan tumbuh liar.
Video amatir yang menggambarkan kondisi lereng Gunung Slamet pun viral.
Bahwa di lokasi terjadi pembabatan hutan dan marak aktivitas penambangan dan pembabatan hutan liar.
Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami banjir bandang.
Salah satunya berdampak pada objek wisata Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Baca Juga: BRI Super League Hari Ini, Ada Arema FC Lawan Malut United dan Dewa United Menjamu PSIM Jogja
Bencana tersebut juga menghantui warga yang bermukim di lereng Gunung Slamet.
Dengan Gerakan penanaman pohon ini, diharapkan dapat memperkuat lahan dari ancaman banjir bandang akibat hutan gundul.
Meningkatkan tutupan vegetasi, menjaga kestabilan lereng, mengurangi risiko erosi dan longsor serta memperkuat daerah tangkapan air.
"Langkah ini membantu menjaga keberlanjutan sumber air bagi masyarakat desa hutan dan wilayah sekitarnya," tulis akun Perhutani. (mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva