MUNGKID - Rencana pemakaman Sertu Muhammad Nur Ichwan mengalami perubahan. Jika semula keluarga menginginkan almarhum dimakamkan di kampung halaman, kini dipastikan prajurit tersebut akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giriloyo, Kabupaten Magelang, setelah melalui proses komunikasi dan pertimbangan bersama.
Danramil 11/Mertoyudan Kapten (Arm) Jumianto menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah adanya arahan dari pimpinan TNI yang menyatakan bahwa almarhum berhak dimakamkan di TMP karena gugur saat menjalankan tugas negara.
"Almarhum gugur dalam melaksanakan tugas. Sesuai petunjuk pimpinan, beliau memang berhak dimakamkan di TMP Giriloyo," ujarnya, Kamis (2/4).
Semula, lanjut dia, keluarga menginginkan agar Sertu Ichwan dimakamkan di pemakaman umum di kampung halamannya, Dusun Deyangan, Mertoyudan. Namun, setelah mendapat penjelasan dari jajaran TNI mengenai hak almarhum sebagai prajurit yang gugur dalam tugas, keluarga akhirnya menyetujui pemakaman di TMP.
Jumianto menyebut, proses pengambilan keputusan tersebut tidak berlangsung sepihak. Pihak TNI memberikan ruang kepada keluarga inti, termasuk orang tua dan istri almarhum untuk berdiskusi sebelum menentukan pilihan akhir.
"Kami sampaikan bahwa almarhum berhak dimakamkan di TMP. Setelah rembukan keluarga, akhirnya disepakati yang terbaik dimakamkan di sana," kata Jumianto.
Dia menambahkan, selain sebagai bentuk penghormatan negara, pemakaman di TMP juga menjamin perawatan makam almarhum ke depan. Hingga kini, proses pemakaman masih menunggu kepastian kedatangan jenazah dari luar negeri.
Sertu Ichwan diketahui merupakan bagian dari pasukan perdamaian dunia yang bertugas di Lebanon. Sehingga proses pemulangan melibatkan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pihak terkait lainnya.
"Kita masih menunggu informasi dari Kementerian Luar Negeri karena ini terkait pasukan PBB," lontarnya.
Meski demikian, lanjut dia, koordinasi awal dengan pengelola TMP Giriloyo telah dilakukan, termasuk terkait perizinan lokasi pemakaman. Untuk teknis pemakaman, TNI belum melakukan penggalian liang lahat. Persiapan fisik baru akan dilakukan setelah ada kepastian jadwal penerbangan jenazah menuju Indonesia.
"Kalau tempat sudah kita komunikasikan. Tapi untuk penggalian liang lahat menunggu kepastian kedatangan jenazah," paparnya. (aya/pra)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja