MAGELANG - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Magelang. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Dia menyebut, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. "Sekolah tidak bisa berdiri sendiri, dan para guru tidak bisa berjuang sendiri," ujarnya saat menghadiri Sarasehan dan Halalbihalal Guru se-Kota Magelang di GOR Samapta Sanden, Kamis (2/4).
Dalam forum itu, Damar menempatkan guru sebagai aktor kunci yang berada di garis depan perubahan. Namun, dia juga mengakui beban yang dihadapi tenaga pendidik saat ini tidak ringan, terutama di tengah tuntutan pembentukan karakter sekaligus pencapaian akademik.
Menurutnya, peran guru tidak lagi sebatas penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pembentuk nilai, etika, dan daya tahan generasi muda menghadapi perubahan zaman. "Di tangan guru, masa depan kota ini sedang dibentuk. Bukan hanya anak yang pintar, tapi juga yang punya karakter, empati, dan mampu menghadapi tantangan," katanya.
Pemkot Magelang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik serta mendorong inovasi pembelajaran. Di satu sisi, dia menyoroti sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan adaptasi metode belajar, pemanfaatan teknologi, hingga kesenjangan dukungan di tingkat keluarga dan lingkungan. (aya/pra)
Editor : Herpri Kartun