KEBUMEN - Kantor Basarnas Cilacap melaksanakan 20 kali penanganan kedaruratan selama periode Siaga Lebaran 2026. Dari total operasi SAR tersebut terdapat 110 korban berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya.
Kepala Basarnas Cilacap M Abdullah menyampaikan, pihaknya secara resmi telah mengakhiri Siaga Lebaran 2026 pada Senin (30/3). Berbagai upaya telah dilakukan tim secara terpadu, termasuk pelaksanaan operasi penyelamatan korban.
Selain itu guna mengurangi risiko tim juga melakukan patroli pemantauan titik rawan serta respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah kerja Kantor SAR Cilacap. "Unsur yang terlibat telah kembali ke tugas dan fungsi masing-masing," jelasnya, Selasa (31/3).
Selama masa siaga, Basarnas Cilacap mencatat telah melaksanakan 20 tindakan darurat di wilayah kerjanya, meliputi Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Purbalingga dan Puworejo.
Dari total 20 tindakan dua di antaranya merupakan penanganan peristiwa bencana alam dan lima kali insiden kecelakaan dengan penanganan khusus.
Selain itu 13 kali penanganan kondisi membahayakan nyawa seperti terseret ombak, orang hilang hingga tercebur ke dalam sumur. Khusus di Kebumen tim Basarnas Cilacap melakukan 8 kali operasi SAR.
Baca Juga: Hidup Sehat! Pentingnya Konsumsi Buah Tinggi Serat
"Total korban sebanyak 123 orang, di antaranya 110 selamat dan meninggal dunia 13 orang," terang Abdullah.
Selama musim libur lebaran, kata dia, Basarnas Cilaca juga menerjunkan persone untuk ditempakan di posko strategis. Seperti jalur mudik, obyek wisata dan wilayah perairan. Perlakuan ini dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat waktu respons ketika dibutuhkan penanganam darurat.
Dia turut mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang telah bersiaga penuh memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Basarnas Cilacap juga berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. (fid)
Editor : Heru Pratomo