Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kendaraan Sertu Ichwan Diduga Terkena Ranjau,  Suasana Duka Selimuti Kampung Halaman Prajurit TNI Asal Magelang Gugur di Lebanon 

Naila Nihayah • Selasa, 31 Maret 2026 | 20:45 WIB
PERSIAPAN: Situasi rumah duka Sertu Muhammad Nur Ichwan di Dusun Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang sudah dipasang tenda dan banyak pelayat, Selasa (31/3). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
PERSIAPAN: Situasi rumah duka Sertu Muhammad Nur Ichwan di Dusun Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang sudah dipasang tenda dan banyak pelayat, Selasa (31/3). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

 

MAGELANG - Duka mendalam menyelimuti Dusun Deyangan, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, setelah kabar gugurnya seorang prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. Prajurit tersebut adalah Muhammad Nur Ichwan, 25 berpangkat sersan satu (sertu).


Ichwan tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dia diketahui bertugas sebagai tenaga kesehatan di bawah Kesdam IX/Udayana.


Berdasarkan pantauan Selasa (31/3), sejumlah warga mulai berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Di halaman rumah, warga setempat bergotong royong mendirikan tenda sebagai persiapan penyambutan jenazah.

Baca Juga: Prajurit TNI Asal Magelang yang Gugur di Lebanon Tinggalkan Istri dan Bayi; Sebulan Lagi Pulang, Kirim Pesan Terima Kasih ke Istri Malam sebelum Insiden


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi saat almarhum tengah menjalankan tugas evakuasi di wilayah penugasan. Rombongan kendaraan yang ditumpanginya diduga terkena ranjau.


Ketua RT 01/RW 03 Dusun Deyangan Safrodin menyebut, almarhum bersama tim bertugas mengevakuasi jenazah prajurit TNI lain yang meninggal dunia di lokasi penugasan. Ichwan diketahui berada di kendaraan bagian depan saat insiden terjadi.


"Informasinya ada iring-iringan dua atau tiga kendaraan. Mas Ichwan itu di depan, lalu terjadi ledakan," ujarnya di lokasi, Selasa (31/3).

Baca Juga: Supinah Kenang Kepergian Anaknya Praka Farizal Rhomadhon, Cerita Berlindung di Bunker hingga Rencana Kepulangan Mei


Keluarga dan warga kali pertama menerima informasi adanya insiden pada Senin (30/3) sekitar pukul 18.00. Namun, saat itu kabar masih simpang siur dan belum dapat dipastikan. Kepastian duka baru diterima keesokan harinya sekitar pukul 08.00, setelah perwakilan dari satuan datang ke rumah duka.

"Awalnya hanya informasi ada kejadian, belum jelas. Baru pagi tadi dipastikan setelah ada petugas datang," kata Safrodin.


Di mata warga, Ichwan dikenal sebagai pribadi yang baik, sopan, dan memiliki etika yang tinggi. Meski lebih banyak bertugas di luar daerah, Ichwan tetap menjalin hubungan baik dengan lingkungan tempat tinggalnya.


"Anaknya baik, sopan santun. Kalau pulang juga bergaul dengan warga," paparnya.


Almarhum merupakan putra pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Ismadi dan Yeniati. Ichwan juga telah berkeluarga dan meninggalkan seorang istri serta bayi berusia tujuh bulan.

Baca Juga: Silaturahmi ke Pemkot Jogja, HB X Ingatkan PNS Bukan Sekadar Pegawai Kantoran, Tapi Pembangun Peradaban


Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kepastian jadwal kedatangan jenazah dari satuan. Meski demikian, warga telah bersiap agar proses pemakaman dapat segera dilaksanakan setibanya jenazah di kampung halaman.


Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum Dusun Deyangan. Safrodin berharap, seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan lancar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara. (aya/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sertu Muhammad Nur Ichwan #lebanon #pemakaman #gugur