MAGELANG - Duka mendalam menyelimuti Dusun Deyangan, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, setelah kabar gugurnya seorang prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. Prajurit tersebut adalah Muhammad Nur Ichwan, 25 berpangkat sersan satu (sertu).
Ichwan tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dia diketahui bertugas sebagai tenaga kesehatan di bawah Kesdam IX/Udayana.
Berdasarkan pantauan Selasa (31/3), sejumlah warga mulai berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Di halaman rumah, warga setempat bergotong royong mendirikan tenda sebagai persiapan penyambutan jenazah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi saat almarhum tengah menjalankan tugas evakuasi di wilayah penugasan. Rombongan kendaraan yang ditumpanginya diduga terkena ranjau.
Ketua RT 01/RW 03 Dusun Deyangan Safrodin menyebut, almarhum bersama tim bertugas mengevakuasi jenazah prajurit TNI lain yang meninggal dunia di lokasi penugasan. Ichwan diketahui berada di kendaraan bagian depan saat insiden terjadi.
"Informasinya ada iring-iringan dua atau tiga kendaraan. Mas Ichwan itu di depan, lalu terjadi ledakan," ujarnya di lokasi, Selasa (31/3).
Keluarga dan warga kali pertama menerima informasi adanya insiden pada Senin (30/3) sekitar pukul 18.00. Namun, saat itu kabar masih simpang siur dan belum dapat dipastikan. Kepastian duka baru diterima keesokan harinya sekitar pukul 08.00, setelah perwakilan dari satuan datang ke rumah duka.
"Awalnya hanya informasi ada kejadian, belum jelas. Baru pagi tadi dipastikan setelah ada petugas datang," kata Safrodin.
Di mata warga, Ichwan dikenal sebagai pribadi yang baik, sopan, dan memiliki etika yang tinggi. Meski lebih banyak bertugas di luar daerah, Ichwan tetap menjalin hubungan baik dengan lingkungan tempat tinggalnya.
"Anaknya baik, sopan santun. Kalau pulang juga bergaul dengan warga," paparnya.
Almarhum merupakan putra pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Ismadi dan Yeniati. Ichwan juga telah berkeluarga dan meninggalkan seorang istri serta bayi berusia tujuh bulan.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kepastian jadwal kedatangan jenazah dari satuan. Meski demikian, warga telah bersiap agar proses pemakaman dapat segera dilaksanakan setibanya jenazah di kampung halaman.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum Dusun Deyangan. Safrodin berharap, seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan lancar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara. (aya/laz)