MUNGKID - Kepulangan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang seharusnya tinggal menghitung minggu, berubah menjadi kabar duka. Prajurit TNI asal Kabupaten Magelang itu gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Ia meninggalkan istri dan seorang bayi yang belum genap berusia satu tahun.
Di rumah duka Dusun Deyangan RT 01/RW 03, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (31/3) suasana haru terasa kental. Di tengah suasana itu, sang istri, Hanadita Anjani, 26 terlihat tegar, meski sesekali suaranya bergetar saat mengenang sosok suaminya.
Anjani mengaku sempat tidak percaya saat kali pertama mendengar kabar adanya insiden yang melibatkan prajurit TNI di Lebanon. Informasi yang diterima pada Senin (30/3) disebut masih simpang siur. Dia terus berharap kabar buruk itu bukan menimpa suaminya.
"Dari kemarin (Senin, Red) masih belum jelas. Saya masih berharap itu bukan suami saya," ujarnya saat ditemui, Selasa (31/3).
Kepastian pahit itu baru dia terima Selasa pagi, setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari satuan tempat sang suami mengabdi. "Baru tadi pagi saya benar-benar memastikan," sambungnya lirih.
Dia menyebut, tidak ada firasat khusus yang dirasakannya sebelum kejadian. Namun dia mengingat sebuah pesan panjang dari sang suami yang dikirim pada malam sebelum insiden terjadi.
Dalam pesan itu, almarhum menyampaikan rasa terima kasih kepada dirinya sebagai istri sekaligus ibu dari anak mereka. "Beliau sempat kirim pesan panjang, ucapan terima kasih. Mungkin itu salah satu tanda," tuturnya.
Almarhum telah berdinas sejak 2019 dan ditugaskan ke Lebanon pada April 2025. Penugasan itu seharusnya berakhir dalam waktu satu tahun. Pada Mei mendatang, Ichwan dijadwalkan pulang dan kembali berkumpul bersama keluarga kecilnya.
Dia menyebut, selama bertugas di Lebanon, sang suami mengajukan cuti selama tiga minggu untuk menemaninya melahirkan anak pertama pada Agustus 2025. "Harusnya bulan Mei ini sudah pulang, sudah kumpul sama saya dan anak," katanya.
Selama bertugas di Lebanon, komunikasi antara keduanya tetap terjaga dengan baik. Meski berada di wilayah misi, almarhum selalu berusaha mengabari keluarga. Upaya itu, menurutnya, menjadi bukti betapa besar perhatian almarhum terhadap keluarga.
Dari informasi yang diterima, suaminya gugur ketika Task Force Bravo (TFB) Indobatt melaksanakan tugas pengawalan (escort) terhadap satuan Combat Support Service Unit (CSSU) milik Spanyol dari sektor 7-2 menuju 7-1. Misi itu juga membawa logistik serta pengantaran kotak jenazah untuk Praka Farizal Romadhon, anggota TNI asal Kulon Progo.
Baca Juga: Personel Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat
Namun di tengah perjalanan, rombongan yang ditumpangi mengalami insiden yang diduga akibat ledakan ranjau. Almarhum sendiri bertugas sebagai tenaga kesehatan di bawah Kesdam IX/Udayana, bagian penting dalam mendukung misi perdamaian.
Di mata Anjani, Ichwan adalah sosok suami yang penyayang dan penuh tanggung jawab. Almarhum dikenal selalu mengutamakan keluarga di tengah kesibukan tugasnya sebagai prajurit. "Beliau yang sangat baik, sayang keluarga," ucap Anjani berkaca-kaca.
Saat ini, keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah dari Lebanon. Berdasarkan informasi sementara, jenazah diperkirakan tiba di Indonesia pada Kamis besok (2/4). (aya/laz)