MUNGKID - Kepulangan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang seharusnya tinggal menghitung minggu berubah menjadi kabar duka. Prajurit TNI asal Kabupaten Magelang itu gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon, meninggalkan istri dan seorang bayi yang belum genap berusia satu tahun.
Di rumah duka di RT 01/RW 03 Dusun Deyangan, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, suasana haru terasa kental. Di tengah suasana itu, sang istri, Hanadita Anjani, 26 terlihat tegar, meski sesekali suaranya bergetar saat mengenang sosok suaminya.
Anjani mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar kabar adanya insiden yang melibatkan prajurit TNI di Lebanon. Informasi yang diterima pada Senin (30/3/2026) disebut masih simpang siur. Dia terus berharap kabar buruk itu bukan menimpa suaminya.
"Dari kemarin (Senin, Red) masih belum jelas, saya masih berharap itu bukan suami saya," ujarnya saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Personel Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat
Kepastian pahit itu baru dia terima pada Selasa pagi, setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari satuan tempat sang suami mengabdi. "Baru tadi pagi saya benar-benar memastikan," sambungnya lirih.
Dia menyebut, tidak ada firasat khusus yang dirasakannya sebelum kejadian. Namun, dia mengingat sebuah pesan panjang dari sang suami yang dikirim pada malam sebelum insiden terjadi.
Dalam pesan tersebut, almarhum menyampaikan rasa terima kasih kepada dirinya sebagai istri sekaligus ibu dari anak mereka. "Beliau sempat kirim pesan panjang, ucapan terima kasih. Mungkin itu salah satu tanda," tuturnya.
Almarhum diketahui telah berdinas sejak 2019 dan ditugaskan ke Lebanon pada April 2025. Penugasan tersebut seharusnya berakhir dalam waktu satu tahun. Pada Mei 2026 mendatang, Ichwan dijadwalkan pulang dan kembali berkumpul bersama keluarga kecilnya.
Dia menyebut, selama bertugas di Lebanon, sang suami mengajukan cuti selama tiga minggu untuk menemaninya melahirkan anak pertama pada Agustus 2025. "Harusnya bulan Mei ini sudah pulang, sudah kumpul sama saya dan anak," katanya.
Baca Juga: Prajurit TNI Asal Magelang Gugur di Lebanon, Suasana Duka Selimuti Kampung Halaman
Selama bertugas di Lebanon, komunikasi antara keduanya tetap terjaga dengan baik. Meski berada di wilayah misi, almarhum selalu berusaha mengabari keluarga. Upaya itu, menurutnya, menjadi bukti betapa besar perhatian almarhum terhadap keluarga.
Dari informasi yang diterima, suaminya gugur saat menjalankan tugas patroli sekaligus misi kemanusiaan untuk mengevakuasi jenazah prajurit TNI lain yang lebih dahulu meninggal dunia di lokasi.
Namun di tengah perjalanan, mobil yang ditumpangi mengalami insiden yang diduga akibat ledakan ranjau. Almarhum sendiri bertugas sebagai tenaga kesehatan di bawah Kesdam IX/Udayana, bagian penting dalam mendukung misi perdamaian.
Baca Juga: Menanti Awal April: Harga BBM Berpotensi Naik di Tengah Gejolak Global
Di mata Anjani, Ichwan adalah sosok suami yang penyayang dan penuh tanggung jawab. Almarhum dikenal selalu mengutamakan keluarga di tengah kesibukan tugasnya sebagai prajurit.
"Beliau orang yang sangat baik, sayang keluarga," ucap Anjani berkaca-kaca.
Saat ini, keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah dari Lebanon. Berdasarkan informasi sementara, jenazah diperkirakan tiba di Indonesia pada Kamis (2/4/2026). (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin