Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berada di Bawah Tanah karena Tertimbun Material Merapi, Rekonstruksi Candi Losari Dimulai  

Naila Nihayah • Selasa, 31 Maret 2026 | 08:09 WIB
Sejumlah petugas tampak membongkar Candi Losari sebagai upaya memperkuat bangunan.

 

Berada di Bawah Tanah karena Diduga Tertimbun Material Merapi, Rekonstruksi Candi Losari Dimulai

 
Sejumlah petugas tampak membongkar Candi Losari sebagai upaya memperkuat bangunan.   Berada di Bawah Tanah karena Diduga Tertimbun Material Merapi, Rekonstruksi Candi Losari Dimulai  

 

MUNGKID - Proses rekonstruksi Candi Losari terus berjalan sejak awal Februari 2026. Pemugaran dilakukan secara menyeluruh dengan membongkar struktur candi hingga ke bagian dasar. Tujuannya memperkuat bangunan yang selama ini berada di kondisi tanah kurang stabil.

 

Candi Losari merupakan satu situs candi Hindu yang berada di wilayah Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Candi ini dikenal unik karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah, diduga akibat tertimbun material letusan Gunung Merapi di masa lalu.

 Baca Juga: Ledakan Saluran Limbah di Teras Malioboro Jogja, 3 Wisatawan Asal Madura Alami Luka Bakar Parah

Penanggung jawab kegiatan rekonstruksi, Junawan menjelaskan, pekerjaan tahun ini difokuskan pada bagian kaki candi. "Target tahun ini sampai lapis ke-14, yaitu bagian kaki dan sebagian tubuh bawah. Jadi belum sampai keseluruhan," ujarnya, Senin (30/3).

 

Dia menyebut, pengerjaan dimulai sejak 2 Februari dan dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober 2026. Hingga setelah Lebaran, progres terakhir telah mencapai lapisan kesembilan. Sebelum pelaksanaan, tim juga telah melakukan studi kelayakan dan teknis untuk memastikan metode rekonstruksi yang tepat.

 

Berbeda dengan pemugaran biasa, kata dia, proses rekonstruksi Candi Losari dilakukan dengan pembongkaran total hingga ke lapisan paling bawah atau nol. Langkah ini dilakukan karena struktur candi sebelumnya mengalami penurunan akibat berbagai faktor, termasuk bencana alam di masa lampau.

 Baca Juga: Konflik Timur Tengah Meluas, Rektor UII Prof Fathul Wahid Desak Pemerintah Indonesia Siapkan Mitigasi: Batalkan Pembangunan IKN!

Dia menyebut, satu tantangan utama dalam rekonstruksi adalah kondisi tanah yang cenderung basah. Pada kedalaman sekitar 20 sentimeter saja, air sudah mulai muncul di area situs. Meski demikian, kondisi tersebut tidak dianggap mengganggu struktur utama karena bagian tersebut nantinya menjadi fondasi yang tidak terlihat di permukaan.

 

Tim pemugar, lanjut Junawan, melakukan penanganan khusus agar air tidak meresap ke bagian atas bangunan melalui proses kapilarisasi. "Kita lakukan treatment di pondasi supaya air tidak naik ke struktur atas," terangnya.

 

Meski ditargetkan rampung pada Oktober 2026, tahap rekonstruksi ini baru mencakup bagian awal. Tahapan selanjutnya akan dilakukan setelah seluruh data teknis dan susunan struktur terkumpul secara lengkap.

 Baca Juga: Andi Odang Cetak Gol Debut, Persak Kebumen Kandaskan PSIM U-20 di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo

Junawan menegaskan, proses ini tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena menyangkut keaslian dan ketepatan struktur candi. "Nanti setelah data lengkap dan susunan sudah pasti, baru kita lanjut ke tahap berikutnya," paparnya.

 

Juru pugar, Restu Hidayat mengutarakan, kondisi Candi Losari yang amblas diduga kuat akibat kombinasi bencana alam, seperti gempa bumi dan terjangan lahar dingin Gunung Merapi. Selain itu, kondisi tanah yang kurang padat turut memperparah penurunan struktur candi. "Strukturnya turun karena faktor alam, kemungkinan dari gempa dan lahar dingin," jelasnya.

 

Candi Losari diketahui memiliki sekitar 15 lapisan dengan tinggi awal diperkirakan mencapai enam meter. Saat ini, pembongkaran dan penyusunan ulang baru mencapai sebagian lapisan. Di sekitar candi utama, terdapat tiga candi perwara yang melengkapi kompleks tersebut.

 Baca Juga: Konflik Timur Tengah Meluas, Rektor UII Prof Fathul Wahid Desak Pemerintah Indonesia Siapkan Mitigasi: Batalkan Pembangunan IKN!

Menariknya, tim juga menemukan indikasi masih banyak material candi yang tertimbun di area sekitar, terutama di sisi selatan dan barat. Hal ini membuka peluang adanya temuan lanjutan dalam proses penggalian ke depan.

"Masih ada banyak batu di bawah, kemungkinan bagian dari reruntuhan candi aslinya," ujar Restu.

 

Dia menambahkan, proyek rekonstruksi ini melibatkan tim gabungan, termasuk tenaga ahli dari kawasan Prambanan serta warga lokal sekitar situs. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses pemugaran, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#candi losari #tertimbun material merapi #hindu #situs candi #Magelang #salad #Gunung Merapi