Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Potensi Lonjakan Kasus Campak, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi  

Bahana. • Senin, 30 Maret 2026 | 16:54 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng
SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak, melalui penguatan imunisasi dan edukasi. Hal itu sebagai upaya antisipasi atas potensi lonjakan penyakit tersebut. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan, kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi. 

“Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” ujarnya usai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin, 30 Maret 2026. 

Dalam kunjungan itu membahas mengenai Kesiapsiagaan Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Provinsi Jawa Tengah.  

Baca Juga: Arus Balik Libur Lebaran Selesai, Pemudik Masih Memadati YIA Kulon Progo

Saat ini, KLB campak tercatat terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.

Menurut Taj Yasin, tingginya kasus campak merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Upaya tersebut juga didukung dengan capaian imunisasi yang cukup baik. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target. Meski demikian, masih terdapat kantong-kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan.

Baca Juga: Sekjen CAF Veron Mosengo-Omba Resmi Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi kinerja Jawa Tengah dalam menjaga cakupan imunisasi di tengah populasi besar.

“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menilai, upaya Pemprov Jateng sudah berjalan baik, namun perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih masif dan kolaboratif.

“Edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: UTBK SNBT 2026: Jalur Kedua Menuju Kampus Impian yang Perlu Dipahami Siswa

Ia juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat. Oleh karena itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua. (*)

Editor : Bahana.
#kunjungan kerja komisi IX DPR RI #Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen #jawa tengah