Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lalu Lintas Landai dan Kamtibmas Kondusif, Operasi Ketupat Candi 2026 di Kota Magelang Berjalan Lancar

Naila Nihayah • Jumat, 27 Maret 2026 | 22:45 WIB
BERANGSUR TURUN: Pergerakan pemudik di Kota Magelang pada masa arus balik Lebaran sudah melandai. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
BERANGSUR TURUN: Pergerakan pemudik di Kota Magelang pada masa arus balik Lebaran sudah melandai. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah hukum berlangsung lancar dan terkendali. Arus lalu lintas selama masa mudik hingga arus balik Lebaran terpantau relatif landai, sementara situasi kamtibmas tetap kondusif.

Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengutarakan, selama operasi, arus kendaraan tercatat tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya. Penurunan volume kendaraan turut berkontribusi terhadap kondisi lalu lintas yang lebih terkendali dan minim kemacetan.

Personel kepolisian, kata dia, telah ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari jalur utama, simpang rawan kepadatan, terminal, pusat keramaian, hingga objek wisata. Strategi ini dinilai efektif dalam mengantisipasi potensi kemacetan maupun gangguan lalu lintas lainnya.

Baca Juga: Libur Lebaran, Kunjungan di Ketep Pass Stabil di Angka 2.000-an, Promosi Jadi Kunci di Tengah Cuaca Tak Menentu

"Alhamdulillah, arus lalu lintas tahun ini lebih landai. Ini tidak lepas dari pengaturan yang dilakukan anggota di lapangan," kata Dikri, Jumat (27/3).

Dari sisi keamanan, selama operasi berlangsung hanya terdapat satu kejadian menonjol, yakni tindak pidana membawa senjata tajam di wilayah Paten Jurang. Kasus tersebut telah berhasil ditangani dengan cepat oleh jajaran kepolisian. Pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Evaluasi operasi juga mencatat adanya enam kejadian kecelakaan lalu lintas selama periode Operasi Ketupat Candi 2026. Dari seluruh kejadian tersebut, total korban mencapai 12 orang dengan kondisi luka ringan.

Dikri menyebut, tidak adanya korban luka berat maupun meninggal dunia menjadi indikator bahwa pengendalian lalu lintas berjalan cukup efektif. "Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan pola pengamanan ke depan," ujar Dikri.

Baca Juga: Sanksi Berat Diterima Pemain PSIM Jogja Fahreza Sudin, Dipastikan Absen Tiga Laga usai Kena Kartu Merah saat Hadapi Semen Padang

Penempatan personel di titik-titik rawan, lanjut dia, dinilai mampu meminimalkan risiko kemacetan maupun kecelakaan fatal. Seluruh personel yang terlibat juga dinilai telah menjalankan tugas dengan baik, baik di jalur arteri, kawasan perkotaan, maupun area pelayanan publik.

Meski Operasi Ketupat Candi 2026 telah resmi berakhir, Dikri memastikan, pengawasan di lapangan tetap dilakukan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat yang masih berlangsung pasca puncak arus balik Lebaran.

"Kami tetap melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk memastikan situasi kamtibmas dan arus lalu lintas tetap aman dan lancar," tegas Dikri.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono menyebut, jumlah penumpang pada masa Lebaran tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 27.412 orang.

Baca Juga: Pertimbangkan Keselamatan Pengendara, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara karena Cuaca 

Sementara pada tahun 2026, angkanya menurun menjadi 21.684 orang. "Penurunan jumlah penumpang ini menjadi salah satu indikator bahwa mobilitas masyarakat melalui moda transportasi darat di Kota Magelang tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya," paparnya. (aya)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi #operasi ketupat candi #arus lalu lintas #lebaran