KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mulai ancang-ancang menghadapi musim kemarau tahun ini. Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah rawan mengalami krisis air bersih.
Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono menjelaskan, saat ini anggaran khusus untuk penyediaan 1.000 tangki air bersih telah dialokasikan. Jika dikalkulasi, total pasokan yang disiapkan setara dengan 5 juta liter air bersih.
Intervensi anggaran ini diharapkan dapat mengurangi dampak musim kemarau. "Sedia 1.000 tangki, isinya satu tangki 5.000 liter. Anggaran menyesuaikan jika kebutuhan mendesak," katanya Jumat (27/3).
Saat ini, lanjutnya, telah dilakukan pemetaan daerah rawan kekeringan, khususnya di wilayah Kebumen bagian utara yang kerap kekurangan air bersih. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan logistik dan armada distribusi. Dengan persiapan matang BPBD optimis kerawanan selama musim kemarau dapat terlewati.
Udy juga mengingatkan agar masyarakat di titik rawan kekeringan agar bijak dalam penggunaan air bersih. Dia mengajak masyarakat mulai menampung air sebelum memasuki musim kemarau yang diprediksi terjadi pada awal April. "Warga hendaknya menghemat air. Sekiranya masih ada hujan kecil bisa ditampung," ucap Udy.
Sementara itu, Kepala Desa Clapar Murtini mengatakan, sejauh ini sumber air di desanya masih mencukupi untuk kebutuhan warga. Terlebih belakangan di wilayah Kecamatan Karanggayam masih turun hujan. Kendati begitu, potensi kekeringan akibat kemarau panjang tetap menjadi perhatian. "Alhamdulillah, sumber air belum menyusut," ungkapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita