Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Magelang Edwar Alfian menyebut, sejak hari Minggu (22/3) hingga Rabu (25/3), kunjungan wisatawan konsisten berada di kisaran 2.000 orang per hari. "Target kita 2.000 pengunjung per hari, dan itu tercapai," ujarnya Jumat (27/3).
Puncak kunjungan terjadi pada Senin (23/3), dengan jumlah mendekati 2.500 wisatawan. Sementara pada hari berikutnya, Selasa dan Rabu, angka kunjungan masih stabil di kisaran 2.000 pengunjung.
Namun, kata dia, memasuki Kamis (26/3) jumlah kunjungan mengalami penurunan menjadi sekitar 1.200 orang. Meski begitu, tren kunjungan kembali menunjukkan peningkatan, dengan jumlah wisatawan tetap di atas 1.000 orang pada hari berikutnya.
Edwar memprediksi, puncak kunjungan berikutnya akan kembali terjadi pada akhir pekan seiring pergerakan pemudik dan wisatawan lokal. "Puncak liburan Lebaran ini terbagi dua. Awal didominasi pemudik penuh, lalu akhir pekan nanti kombinasi pemudik dan warga lokal," jelasnya.
Dia tetap optimistis, kunjungan akan kembali menyentuh angka 2.000 pengunjung pada akhir pekan. Optimisme ini didasarkan pada pola kunjungan yang meningkat serta masih tingginya minat wisatawan untuk menikmati panorama alam Ketep Pass.
Meski demikian, lanjut Edwar, faktor cuaca menjadi tantangan utama selama periode libur Lebaran tahun ini. "Kalau siang sering kabut, bahkan saat Lebaran pun sempat hujan. Ini cukup memengaruhi kunjungan," paparnya.
Namun dia menilai, secara umum tidak terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu. Kunjungan wisata di Ketep Pass cenderung stagnan atau relatif sama dengan periode Lebaran 2025.
Di tengah kondisi tersebut, dia menilai, strategi promosi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kunjungan. Menjelang Lebaran, Ketep Pass secara aktif melakukan promosi ke komunitas pemudik, khususnya yang berasal dari wilayah Magelang, Jogja, dan Jawa Tengah.
Promosi dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk grup komunitas pemudik, sehingga wisatawan telah memiliki rencana kunjungan sejak sebelum mudik. "Kami genjot promosi dua minggu sebelum Lebaran. Jadi saat mereka mudik, sudah punya rencana mau ke mana," lontarnya.
Dari sisi asal pengunjung, wisatawan yang datang ke Ketep Pass masih didominasi kendaraan berpelat nomor wilayah barat. Seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), serta Bandung dan Jawa Barat.
Selain itu, terdapat juga wisatawan dari Surabaya dan beberapa daerah di luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera, meski jumlahnya tidak sebanyak dari wilayah barat.
Dalam hal pengelolaan kawasan, dia menyebut, kesiapan tahun ini lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama dalam mengantisipasi kemacetan. Koordinasi dilakukan bersama pos pengamanan yang melibatkan TNI, Polri, dan tenaga kesehatan.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung seperti water barrier dan petugas lapangan disiagakan untuk mengurai kepadatan kendaraan. "Ketika ada kemacetan, penanganannya lebih cepat. Tahun ini kita lebih siap," kata Edwar.
Sebagai bahan evaluasi, dia menegaskan, akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung, meski belum ada penambahan fasilitas atau atraksi baru. Ke depan, pelaku wisata di Kabupaten Magelang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, terutama dalam hal promosi dan peningkatan layanan, agar potensi wisata daerah dapat dimaksimalkan. (aya/eno)