RADAR JOGJA - Seorang seniman Solo inisial PS mendadak jadi sorotan di platform X.
PS diduga melakukan pelecehan seksual hingga pemerkosaan terhadap seorang perempuan bernama Sundari yang belajar menulis kepadanya.
PS menggunakan tipu daya untuk mengelabuhi korbannya.
Dia juga menjual kesedihan untuk memantik simpati korban.
Akibat tindakan itu sang korban mengalami guncangan psikologis hingga nyaris bunuh diri.
Kronologi kejadian tersebut diunggah oleh akun pribadi Sundari (X Sun @tmptmengeluhku) selaku korban, pada Kamis (26/3/2026).
Kejadian itu bermula pada 28 Maret 2025. Sundari menghubungi dan bertemu PS untuk belajar menulis, guna mengikuti Sayembara Novel DKJ, Anugerah Sastra Prasidatama dan Penghargaan Sastra Kemdikbud Ristek.
Awalnya berjalan normal, lama-lama PS mengulik pribadinya.
Pada 2 April 2025, PS dan Sun kembali bertemu dengan alasan belajar menulis sembari makan bersama.
Dari situ PS menceritakan kesedihannya.
Baca Juga: Sempat ATH Harga Rp 3.168.000, Emas Antam Kembali Mengalami Penurunan
Hari demi hari di setiap pertemuan, PS kembali menceritakan kisah sedih tentang keluarga dan pasangannya yang selingkuh.
Pada 2 April 2025, PS meminta agar Sun menolongnya keluar dari hubungan toxicnya.
Sun pun merasa hutang budi kepada PS, sebab saat ia sakit dan dirawat ke rumah sakit, PS setia menunggu.
Hal ini membuat Sun terjerat hubungan lebih jauh dengan PS. Ditambah, mereka terikat bisnis yang mana bisnis tersebut dijalankan oleh Sun dan PS menyumbang modal.
17 April 2025, tindakan PS semakin frontal meminta foto syur yang memperlihatkan bagian intim.
Sun mengirim foto manipulasi, lantas PS justru mencemooh dengan kekerasan verbal.
PS terus menjual kesedihan. Ia juga membatasi lingkungan pertemanan Sun.
Perangan PS pun semakin menunjukkan keasliannya, yang tempramental, berperilaku kasar terhadapnya.
Dimata PS, Sun selalu salah.
Kesalahan sepele, dapat memacu PS berbuat kasar.
Tekanan-tekan PS, membuat Sun mengalami panic attack dan tekanan psikologis, hingga ia memutuskan untuk ke psikiater pada 3 November 2025.
Baca Juga: Kylian Mbappe dan Hugo Ekitike Cetak Gol Saat Brasil Taklukkan Brasil di Pertandingan Persahabatan
Tanggal 5 November 2025, ia kembali menemui PS guna memutuskan hubungan.
Namun ia justru menerima perlakuan buruk.
Kekerasan hingga pemerkosaan yang ia dapatkan.
Hingga akhir November 2025 ia berhasil memutuskan hubungan, namun yang terjadi dirinya mengalami trauma.
Pada 13 Desember 2025, Sun nyaris bunuh diri namun diselamatkan oleh tetangga dan pemilik kos.
Pada akhir 2025, korban melapor ke SAPA 129 dan pada 12 Januari 2026 diarahkan ke UPTD PPA setempat.
Kendati begitu mengalami reviktimasi dengan dikatakan zina dan kasus tidak layak naik hukum.
"Karena aku sudah dewasa dianggap suka sama suka," terang akun X Sun.
Baca Juga: Ganas!! Victor Gyokeres Cetak Hattrick Saat Swedia Taklukkan Ukraina di Playoff Piala Dunia
Karena merasa terpukul, ia pun meminta bantuan komunitas SAVARA , kemudian diarahkan ke SPEKHAM Surakarta.
Ia pun mendapatkan bantuan psikologis dan hukum, hingga kini proses masih berjalan.
Dan hingga saat ini PS masih bebas menjalankan aktivitas.
"Aku berharap aku memperoleh keadilan sebab aku merasa sudah nyaris kehilangan harapan akan situasiku sekarang," bebernya.
Sun menjelaskan, bahwa PS, seorang penulis dan vokali band metal hardcore dari Karanganyar, Surakarta.
PS dikenal sebagai pribadi yang santun, humoris dan pintar bahkan imagenya lekat dengan pria jawa yang menghormati kebudayaan.
PS merupakan penulis dan karya-karyanya sudah banyak diterbitkan. Beberapa di Gramedia, Mojok dan penerbit lain.
Baca Juga: Pergerakan Wisatawan di Sleman Tembus 188 Ribu, Dinas Pariwisata Optimistis Bisa Penuhi Target
Sehingga rekam jejak tersebut membuatnya percaya bahwa PS memiliki kredibikitas di bidang kesusastraan.
Curhatan ini viral hingga 603 ribu tayangan dan diposting ulang oleh 3.786 akun.
Lantas banyak kecaman terhadap PS ang juga dikenal sebagai sastrawan itu.
Inisial PS pun dikuliti.
"Kemarin ada kabar soal pelaku kekerasan seksual di lingkar sastra dan musik Solo, si ini ya orangnya?," tulis salah seorang warga X yang merujuk pada nama Panji Sukma.
Editor : Meitika Candra Lantiva