KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen menyebut peristiwa kecelakaan laut yang menelan tiga korban jiwa dipicu kurangnya pemahaman wisatawan terhadap kondisi kawasan pantai selatan. Tak sedikit wisawatan nekat datang untuk mandi di laut tanpa mengetahui karakteristik ombak yang cenderung besar dan berbahaya.
Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, pantai selatan memiliki arus berbeda dengan pantai utara. Karakter pantai selatan memiliki arus dan gelombang cukup tinggi yang berpotensi dapat berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini kerap tak disadari wisatawan, khususnya bagi mereka yang datang dari luar daerah.
Belum lagi mereka juga terkadang mengabaikan imbauan petugas. "Terlihat landai, tapi di titik tentu ada cekungan yang membahayakan," terangnya kepada Radar Jogja, Kamis (26/3).
Udy menegaskan, insiden kecelakaan laut dalam beberapa hari terakhir tentu menjadi perhatian bersama. Hingga saat ini personel gabungan termasuk relawan SAR masih bersiaga di sepanjang kawasan pantai guna antisipasi kejadian serupa.
Dia mengingatkan berbagai kemungkinan dapat terjadi jika wisatawan tak mematuhi peringatan petugas. "Dari petugas dan pegelola wisata sudah mengingatkan. Kami juga ikut mantau dan monitor ketika ada kejadian," jelasnya.
Koordinasi terus dilakukan bersama pengelola wisata pantai untuk meningkatkan pengawasan terhadap wisatawan. BPBD juga mengimbau agar wisatawan selalu mengikuti rambu peringatan bahaya serta mematuhi arahan petugas.
Wisawatan juga diingatkan tidak nekat berenang di zona berbahaya untuk mengurangi risiko kecelakaan laut. "Upaya sudah. Tidak kurang-kurang. Papan peringatan dipasang, pakai pengeras juga sudah," ujarnya.
Sebelumnya, Minggu (22/3) sekira pukul 16.15, Condro Aji Wicaksono, 18, dilaporkan hilang setelah terseret ombak Pantai Karangbolong. Wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat itu kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Berselang sehari, Senin (23/3) kejadian serupa terjadi di Pantai Pecaron.
Adalah Tasdik Susendi, 21, warga Desa Buaran, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes dilaporkan hilang setelah disapu ombak. Jenazahnya baru ditemukan tiga hari oleh tim SAR gabungan.
Selain di Pantai Karangbolong dan Pantai Pecaron, peristiwa maut juga terjadi di Pantai Suwuk pada Senin (23/3). Agus Setiawan, 42, warga Kabupaten Banjarnegara meninggal setelah terseret ombak besar pantai di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring tersebut.
"Penemuan korban sejauh 2,74 kilometer dari Pantai Suwuk," terang Koordinator Lapangan Basarnas Cilacap, Rowidin. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo