Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polresta Magelang Ungkap Rekaman CCTV sebelum SP Tewas Terjatuh, Sempat Berontak saat Diamankan Karyawan

Naila Nihayah • Jumat, 13 Maret 2026 | 19:30 WIB

Polisi segera mendatangi lokasi penemuan jasad seorang wanita di sebuah kebun di Dusun Krajan, Tegalrejo, Kamis (12/3) sore.
Polisi segera mendatangi lokasi penemuan jasad seorang wanita di sebuah kebun di Dusun Krajan, Tegalrejo, Kamis (12/3) sore.

 

MUNGKID - Warga Dusun Krajan, Tegalrejo, Kabupaten Magelang digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di sebuah kebun milik warga, Kamis (12/3) sore. Korban berinisial SP, 41 diduga meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai empat bangunan minimarket setinggi 13,9 meter.

 

Kapolsek Tegalrejo AKP Zubaidah menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah memperbaiki kandang ayam di sekitar rumahnya.

"Saat itu, dia mencium bau menyengat yang berasal dari area kebun milik seorang warga," bebernya, Jumat (13/3).

 

Merasa curiga, warga tersebut kemudian mengajak rekannya untuk mencari sumber bau di sekitar kebun yang berada di samping minimarket tersebut.

Setelah menyusuri area kebun, keduanya kaget menemukan jasad seorang perempuan tergeletak di semak-semak rumput yang berada tepat di sisi dinding bangunan minimarket.

 

Lantas, sekitar pukul 17.15, warga melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tegalrejo. Polisi pun segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). "Saat ditemukan, korban belum diketahui identitasnya dan dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim Inafis Polresta Magelang dan dokter," ujarnya.

 

Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto menjelaskan, korban diduga terjatuh dari lantai empat bangunan minimarket yang berada di dekat lokasi penemuan jasad. "Diduga korban jatuh dari lantai empat minimarket dengan ketinggian sekitar 13,9 meter," kata Toyib.

 Baca Juga: Mudik Tanpa Was-was: Purworejo Siapkan Bengkel Mobile dan Layanan Antar BBM bagi Pemudik

Dia menuturkan, korban diduga mengalami luka berat akibat benturan sehingga akhirnya meninggal dunia di lokasi. Dari penyelidikan sementara, polisi menemukan bahwa sebelum kejadian korban sempat diamankan oleh karyawan minimarket pada Kamis (12/3).

 

Korban diduga mengambil sejumlah barang kebutuhan pokok dari dalam toko tanpa membayar. Semula, seorang karyawan melihat korban keluar dari area kasir sambil membawa keranjang berisi sembako. Namun, barang-barang tersebut belum dibayarkan.

 

Karyawan kemudian mengikuti korban hingga ke kamar mandi yang berada di area basement. Saat keluar dari kamar mandi, keranjang yang dibawa korban sudah kosong. Diduga barang-barang tersebut telah dipindahkan ke dalam tas yang dibawanya.

 Baca Juga: Prediksi Skor Marseille vs Auxerre Ligue 1 Sabtu 14 Maret 2026

Ketika ditanya apakah barang tersebut sudah dibayar, kata Toyib, korban mengaku telah melakukan pembayaran. Namun, karyawan minimarket meminta korban melakukan klarifikasi ke kasir. Korban menolak hingga akhirnya dibawa ke ruang kantor yang berada di basement untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 

Dalam proses tersebut, korban kemudian dibawa ke sebuah ruangan di lantai empat bangunan minimarket untuk dimintai identitas. Namun, saat ditanya oleh karyawan, korban tidak memberikan keterangan mengenai identitasnya. Beberapa saat kemudian, menjelang waktu berbuka puasa, karyawan memberikan makanan kepada korban.

 

Saat karyawan tersebut pergi sejenak untuk berbuka puasa sambil memeriksa telepon genggam milik korban guna mencari identitasnya, perempuan tersebut diduga melarikan diri. "Selang sekitar 10 menit setelah ditinggal, korban sudah tidak ada di tempat," jelas Toyib.

 Baca Juga: Demo, Eks Karyawan PT SAK Segel Kantor Perusahaan di Kulon Progo Tuntut Pembayaran Gaji

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Luka tersebut antara lain terdapat pada bagian kepala, leher, serta hidung. Menurut Toyib, luka pada kepala dan leher diduga menjadi penyebab utama kematian korban.

 

Toyib menyebut, polisi sempat menawarkan tindakan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara lebih rinci. Namun, keluarga korban yang didampingi perangkat desa menolak dilakukannya autopsi. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

Meski dugaan awal mengarah pada korban yang terjatuh dari lantai empat bangunan minimarket, polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh. Polisi telah memeriksa rekaman kamera pengawas di area basement dan kantor minimarket.

 Baca Juga: Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi, Siap Berfungsi Layani Pemudik

Dari rekaman sementara, lanjut dia, tidak ditemukan indikasi adanya tindakan kekerasan terhadap korban saat diamankan oleh karyawan. "Di CCTV tidak terlihat adanya kekerasan. Yang terlihat justru korban sempat berontak saat diamankan," paparnya.

 

Sejauh ini polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lantai empat saat kejadian berlangsung. Penyidik juga masih berupaya mengumpulkan keterangan tambahan dari sejumlah saksi lain serta mencari rekaman CCTV dari area sekitar lokasi penemuan jasad. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#SP #Tegalrejo #Magelang #minimarket #terjatuh #krajan