Persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026 telah disiapkan di Purworejo. Pemerintah daerah bersama instansi terkait. Guna memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar, petugas akan disiagakan di sembilan titik strategis. Antara lain Pos Pengamanan (Pospam) Ketawang, Nampu, Pasar Krendetan, Plaza, Maron hingga Pos Terpadu Kutoarjo dan Pos Pelayanan di Terminal serta Stasiun.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sederet inovasi untuk memberikan kemudahan bagi para pemudik. Salah satunya layanan unggulan berupa Projo-Bengkel Mobile untuk memudahkan masyarakat jika mengalami kendala teknis kendaraan. Selain itu juga tersedia layanan antar bahan bakar minyak (BBM) bagi pemudik yang kehabisan BBM di tengah jalan.
"Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlayani dengan maksimal. Ada beberapa inovasi kami siapkan di titik pengamanan," jelasnya, Kamis (12/3).
Polres Kebumen telah menyiagakan 11 posko pengamanan arus mudik dan balik pada momen libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain posko, 450 personel polisi juga telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran tahun ini.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan, kesiapan posko pengamanan sekaligus personel menjadi bukti kepolisian hadir untuk memberikan pelayanan arus mudik.
Dia juga mengapresiasi partisipasi seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan karena pada prinsipnya keberhasilan pengamanan lebaran merupakan tanggung jawab bersama.
"Kami berpesan tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya saat memimpin upacara Pembukaan Operasi Ketupat Candi 2026, Kamis (12/3).
Disebutkan, 11 posko tersebut tersebar di berbagai titik. Seperti di Rumah Makan Lestari, Alun-alun Pancasila dan sembilan pos lain di titik strategis jalur mudik. Guna mendukung upaya pengamanan arus mudik, Polres Kebumen juga diperkuat 40 personel Brimob Polda Jawa Tengah, 60 personel TNI serta 60 personel dari Disperkimhub.
"Kami mengoptimalkan layanan Kepolisian 110 untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif dan solutif," katanya.
Secara nasional, kata Kapolres, Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi terpusat yang digelar antara Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya untuk memastikan sekaligus menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri serta libur Lebaran.
Operasi tersebut bakal berlangsung selama 13 hari, mulai 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan sedikitnya 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Polri juga telah menyiapkan 2.746 pos. Terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan dan 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret 2026 serta 28-29 Maret 2026.
Editor : Heru Pratomo