MUNGKID - Progres pengadaan tanah proyek terus berlanjut. Hingga awal Maret 2026, realisasi pengadaan tanah proyek strategis nasional tersebut telah mencapai sekitar 72,19 persen. Seiring dengan progres tersebut, pemerintah kembali melakukan pembayaran uang ganti kerugian (UGR) kepada pemilik lahan yang terdampak proyek tol.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen Muhammad Fajri Nukman mengatakan, pembayaran dilakukan kepada puluhan pemilik lahan di Kabupaten Magelang dengan total nilai mencapai Rp 15,2 miliar Rabu (11/3). Pembayaran tersebut mencakup 24 bidang tanah yang tersebar di 12 desa.
"Nilai total ganti kerugian yang dibayarkan mencapai sekitar Rp 15,2 miliar dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare," lontarnya di Kantor BPN Kabupaten Magelang Rabu (11/3).
Secara keseluruhan, pengadaan tanah proyek Tol Jogja-Bawen telah mencapai 72,19 persen. Progres tersebut tersebar di enam seksi pembangunan jalan tol. Rinciannya, seksi 1 telah mencapai 98,73 persen, seksi 2 sebesar 93,45 persen, seksi 3 83,89 persen, seksi 4 69,08 persen, seksi 5 30,2 persen, dan seksi 6 97,56 persen.
Fajri menjelaskan, sebagian besar seksi tol sudah mendekati penyelesaian pengadaan tanah, meski masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan proses lanjutan. Satu di antaranya berada di seksi 5 yang melintasi Desa Losari dan Desa Kalipucang, Kecamatan Grabag.
Dia menyebut, proses di wilayah tersebut masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) sambil menunggu finalisasi desain teknis. "Progresnya masih sama seperti sebelumnya. Saat ini masih penyusunan DPPT dan masih dalam pembahasan desain," katanya.
Di wilayah tersebut, sebelumnya sempat direncanakan pembangunan terowongan sebagai bagian dari jalur tol. Namun hingga kini desain teknisnya masih terus dikaji. "Memang dimungkinkan ada perubahan dari terowongan menjadi bukan terowongan. Tapi untuk kepastiannya kita masih menunggu hasil pembahasan teknis," imbuhnya.
Sementara itu, rencana pembangunan exit tol di Mungkid juga masih dalam proses administrasi lanjutan. Fajri menyebut, posisi exit tol tersebut mengalami sedikit pergeseran dari rencana awal, terutama pada titik yang terhubung dengan jalan nasional.
Saat ini prosesnya sudah memasuki tahap penyusunan DPPT dan ditargetkan segera masuk tahap pengajuan izin lokasi. "Targetnya Maret atau April ini sudah tuntas, kemudian akan kami ajukan dari Kementerian PU ke gubernur untuk penerbitan izin lokasi," bebernya.
Di sisi lain, proses konstruksi jalan tol juga mulai berjalan di beberapa seksi. Pembangunan fisik saat ini telah dimulai di seksi 1 dan seksi 6. Pada tahun ini, pekerjaan konstruksi juga mulai merambah ke seksi 2.
Pembayaran uang ganti kerugian menjelang Lebaran ini disambut positif oleh warga yang lahannya terdampak proyek tol. Satu di antaranya adalah Fajar Binawan, 35, warga Kecamatan Candimulyo yang menerima tambahan pembayaran ganti rugi atas tanah keluarganya.
Fajar mengatakan, pembayaran yang diterimanya kali ini merupakan pencairan kedua setelah sebelumnya keluarganya juga menerima ganti rugi. "Yang pertama sekitar Rp 2,5 miliar, sekarang tambah sekitar Rp 140 jutaan," paparnya.
Lahan yang terdampak itu milik kakeknya berada di Dusun Tempak. Fajar mengatakan, uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun rumah serta membeli lahan baru. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita