Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buka Puasa dengan Seribu Porsi Lontong Cap Go Meh Simbol Keberagaman di Kota Magelang

Naila Nihayah • Senin, 9 Maret 2026 | 20:02 WIB

Warga antre untuk mendapatkan lontong Cap Go Meh di TITD Liong Hok Bio, Senin (9/3).
Warga antre untuk mendapatkan lontong Cap Go Meh di TITD Liong Hok Bio, Senin (9/3).

 

 

 

MAGELANG - Sebanyak 1.000 porsi lontong Cap Go Meh dibagikan kepada warga dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kompleks TITD Liong Hok Bio Magelang. Kegiatan itu menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan lintas agama di tengah perayaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Pembina Yayasan Tri Bhakti Kota Magelang David Herman Jaya menyebut, kegiatan itu merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman sekaligus upaya menjaga kerukunan warga.

Menurutnya, momentum Ramadan memiliki makna yang sangat luas, tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga pembentukan karakter dan solidaritas sosial.

"Bulan puasa mengajarkan kepada kita tiga hal penting. Tidak hanya berdimensi rohani dan fisik, tetapi juga berdimensi karakter dan sosial," katanya, Senin (9/3).

Puasa, kata dia, juga menjadi latihan pengendalian diri yang membentuk karakter disiplin, kejujuran, kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama. Selain itu, puasa juga memiliki dimensi sosial yang kuat melalui nilai solidaritas, empati, dan kebersamaan yang tumbuh di tengah warga.

David menambahkan, setelah Ramadan berakhir, tantangan sebenarnya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari hingga Ramadan berikutnya.

Pada tahun ini, perayaan Cap Go Meh di TITD Liong Hok Bio tidak digelar dalam bentuk arak-arakan seperti biasanya. Momentum tersebut justru dikemas dalam kegiatan berbagi makanan dan buka puasa bersama warga.

Sebanyak 1.000 porsi lontong Cap Go Meh disiapkan dan dibagikan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus simbol persaudaraan dalam keberagaman.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Sempor, Mobil Pikap Pengangkut 29 Warga Terguling, Tiga Orang Tewas

"Melalui kegiatan ini kami ingin menghormati dan menjaga persaudaraan dalam keberagaman hidup bersama di Kota Magelang yang kita cintai," ucapnya.

Dua berharap, kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat kerukunan masyarakat dan mendorong terciptanya kehidupan kota yang damai dan sejahtera.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menuturkan, biasanya perayaan Cap Go Meh direncanakan digelar dalam bentuk arak-arakan. Namun karena bertepatan dengan Ramadan, kegiatan tersebut kemudian diubah menjadi acara berbagi makanan dan buka puasa bersama.

 Baca Juga: Prediksi Espanyol vs Real Oviedo La Liga Selasa 10 Maret 2026

Menurutnya, perubahan konsep tersebut justru tidak mengurangi esensi perayaan Cap Go Meh, bahkan memperkuat nilai kebersamaan di tengah warga. "Kegiatan berbagi 1.000 porsi lontong Cap Go Meh ini menjadi simbol yang sangat indah," paparnya.

 

Damar menilai, kegiatan tersebut mencerminkan wajah asli Kota Magelang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dia menyebut, Kota Magelang saat ini termasuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia, bahkan menempati peringkat keempat secara nasional. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#TITD Liong Hok Bio #Magelang #dAMAR PRASETYONO #lontong cap go meh #buka puasa #tri bhakti kota magelang #simbol keberagaman