MUNGKID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana banjir lahar hujan dan tanah longsor di Kabupaten Magelang.
Bantuan tersebut diberikan guna memperkuat operasi tanggap darurat yang saat ini masih berlangsung di wilayah terdampak.
Direktur Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Agus Wibowo mengatakan, bantuan yang disalurkan meliputi paket kebutuhan pokok hingga perlengkapan pendukung operasi penyelamatan di lapangan.
Seperti 100 paket sembako, satu unit pompa air alkon 23 HP, lima unit chainsaw besar, 60 helm SAR, serta 60 boks masker N95 senilai Rp 597.543.995.
"Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan BNPB kepada pemerintah daerah yang sedang menangani dampak bencana, khususnya dalam fase tanggap darurat," katanya di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat sore (6/3).
Dia menjelaskan, dalam sistem penanggulangan bencana nasional terdapat tiga tahap utama, yaitu pra-bencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Pada tahap pra-bencana, pemerintah biasanya fokus pada upaya mitigasi seperti sosialisasi, edukasi, hingga pemasangan sistem peringatan dini.
Selain mengandalkan bantuan dari BNPB, pemkab juga membuka anggaran melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD untuk mendukung percepatan penanganan bencana.
Bambang menegaskan, selama masa tanggap darurat yang berlangsung selama tujuh hari sejak penetapan status darurat, pemkab akan memaksimalkan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
"Intinya, masa tanggap darurat ini menjadi pintu untuk memperkuat dukungan anggaran, sumber daya, dan bantuan dari berbagai pihak agar penanganan bencana bisa berjalan optimal," katanya. (aya)