Melalui pelatihan selama tiga hari dari pada akhir Desember 2025, hingga dilakukan pendampingan dan monitoring sampai bulan Juli 2026, para petani kopi di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung belajar mengolah limbah kulit buah kopi ceri menjadi pupuk organik ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan langsung untuk kebun mereka.
Kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah tanaman kopi ini diselenggarakan oleh tim dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Hibah Community Development Program EQUITY THE Impact Rankings 2025.
Tim pengabdian diketuai oleh Ernoiz Antriyandarti dengan anggota Wiwit Rahayu, Andriyana Setyawati, dan Elika Joeniarti.
Program ini menjadi upaya konkret UNS dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan pendampingan langsung kepada petani kopi di Temanggung.
Program pengabdian masyarakat ini menjadi upaya konkret UNS dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa.
Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah tanaman kopi ini diikuti oleh anggota Kelompok Tani Rukun Tani III sebagai peserta utama.
Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan keterampilan praktis petani dalam mengelola limbah kulit buah kopi agar tidak lagi menjadi masalah lingkungan, melainkan sumber pupuk organik yang bermanfaat dan bernilai guna.
Selama pelatihan, petani tidak hanya menerima penjelasan mengenai konsep pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik berbahan limbah kulit buah kopi.
Mulai dari pengenalan jenis limbah, proses pencacahan dan pencampuran bahan, hingga teknik fermentasi dan aplikasi pupuk, seluruh tahapan dilakukan secara partisipatif.
Pendekatan praktik langsung disertai pendampingan ini membuat petani lebih mudah memahami dan menerapkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kondisi kebun kopi di Kecamatan Kandangan.
Selain ramah lingkungan, pupuk organik dari limbah buah kopi dinilai mampu menekan biaya produksi serta menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi, praktik lapangan dan pendampingan selama praktik mandiri.
Petani aktif berbagi pengalaman terkait kendala pemupukan dan pengelolaan kebun kopi yang selama ini mereka hadapi.
Setelah 2 bulan, pupuk organik yang dibuat petani terproses dengan baik dan siap diaplikasikan. Pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan Trichoderma alami.
Kombinasi pupuk organik dari limbah buah kopi dan Trichoderma alami ini tidak hanya memberikan nutrisi, tetapi sekaligus melindungi tanaman kopi dari serangan hama penyakit.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog antara petani dan tim dosen UNS yang bekerja sama dengan Kyoto university (Jepang) dan Ho Chi Minh City University of Economics (Vietnam) untuk merumuskan solusi yang aplikatif.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Kelompok Tani Rukun Tani III diharapkan mampu mengembangkan pengelolaan kebun kopi yang lebih mandiri, efisien, serta ramah lingkungan.
Pemanfaatan limbah tanaman kopi menjadi pupuk organik menjadi langkah kecil namun strategis dalam mendukung keberlanjutan pertanian kopi di Temanggung.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2: Zero Hunger yang menekankan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, serta linier dengan SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui skema EQUITY THE Impact Rankings 2025, UNS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang relevan dan berkelanjutan.
Editor : Bahana.