Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pencarian Korban Banjir Lahar di Kabupaten Magelang Masih Nihil, Basarnas Bakal Perluas Area Pencarian

Naila Nihayah • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:35 WIB

 

PROSES PENCARIAN: Tim SAR gabungan masih berupaya mencari dua korban yang sebelumnya terbawa banjir lahar hujan di hulu Sungai Senowo.
PROSES PENCARIAN: Tim SAR gabungan masih berupaya mencari dua korban yang sebelumnya terbawa banjir lahar hujan di hulu Sungai Senowo.

MUNGKID - Upaya pencarian korban banjir lahar hujan di hulu Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, masih belum membuahkan hasil. Itu karena tingginya material, cuaca yang tidak mendukung, serta luasnya area pencarian. Meski begitu, operasi SAR bakal dilanjutkan esok hari.


Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto mengatakan, pencarian yang dilakukan sepanjang hari masih berakhir nihil. Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara pada sore hari akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. "Untuk pencarian hari ini masih nihil," katanya saat dihubungi, Kamis (5/3).


Arif menyebut, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi tim SAR selama proses pencarian dua korban banjir lahar hujan. Satu hambatan utama adalah tingginya timbunan material pasir akibat longsor yang menutup area tambang.


Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi faktor yang memperlambat proses pencarian. Hujan deras yang mengguyur lokasi membuat operasi harus dihentikan lebih awal demi keselamatan para personel di lapangan.


Operasi pencarian pada hari ini dihentikan sekitar pukul 15.30 setelah hujan deras turun di wilayah tersebut. Kondisi tersebut, kata Arif, dinilai berisiko bagi tim SAR maupun alat berat yang sedang beroperasi di lokasi.


Meski demikian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, relawan, aparat keamanan, serta unsur terkait lainnya akan melanjutkan operasi pencarian pada esok hari dengan strategi yang diperluas.


Arif menjelaskan, pada operasi selanjutnya, tim akan memperluas area pencarian dengan memaksimalkan penggunaan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran. "Untuk rencana besok kita akan memperluas area pencarian di lokasi dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat," jelasnya.


Arif menambahkan, pembagian tugas tim pencarian juga akan tetap dilakukan melalui beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 akan difokuskan pada penggalian dan pencarian di titik utama lokasi longsor, terutama dengan dukungan alat berat guna membuka timbunan material pasir.


Sementara itu, SRU 2 akan melanjutkan pencarian di sekitar titik ditemukannya salah satu korban sebelumnya, yakni di area tempat ditemukannya korban bernama Heru. Di lokasi tersebut, tim juga akan memperluas area penggalian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun di sekitar titik tersebut.


Adapun SRU 3 akan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai ke arah hilir. Penyisiran ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang terbawa material longsor hingga ke area yang lebih jauh dari titik kejadian. "SRU 3 akan melanjutkan penyisiran ke wilayah hilir," bebernya.


Selain fokus pada pencarian korban, tim juga telah melakukan proses evakuasi terhadap sejumlah kendaraan yang sebelumnya tertimbun atau terjebak material longsor di lokasi tambang.
Arif memastikan, seluruh truk yang sebelumnya terjebak di area tersebut sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.


Termasuk di antaranya alat berat yang sebelumnya dilaporkan terjebak di lokasi tambang. Sebagian besar alat berat sudah berhasil dikeluarkan dari area longsoran.


Namun, masih terdapat satu alat berat yang hingga kini belum dapat dievakuasi karena posisinya berada di bagian paling atas area tambang, tepatnya di dekat tikungan jalan tambang.


Arif menyebut, kondisi kendaraan yang berhasil dievakuasi sebagian besar mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimbun material longsor. Beberapa kendaraan bahkan ditemukan dalam kondisi remuk.


Meski demikian, terdapat dua kendaraan yang secara fisik masih relatif utuh, meskipun tidak dapat dioperasikan karena mengalami kerusakan mesin. 'Sebagian ada yang masih bisa, beberapa tadi ada dua yang masih utuh tapi tidak bisa hidup, hanya bisa ditarik. Kalau yang lainnya banyak yang rusak parah," lontarnya. (aya/laz)

Editor : Herpri Kartun
#tim sar #Borobudur #banjir lahar #Merapi #Sungai Senowo #Basarnas