Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hari Ketiga Operasi SAR, Alat Berat Dikerahkan Cari Dua Korban Lahar Hujan di Magelang

Naila Nihayah • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:38 WIB

PROSES PENCARIAN: Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari dua warga yang hilang terseret banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo, Kamis (5/3/2026).
PROSES PENCARIAN: Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari dua warga yang hilang terseret banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo, Kamis (5/3/2026).

MUNGKID - Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan dua warga yang dilaporkan hilang setelah terseret banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo pada Selasa (3/3/2026). Pencarian terus diperluas dengan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat sebelum tersapu arus dari kawasan hulu Gunung Merapi.

Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto mengatakan, operasi pencarian pada hari ketiga difokuskan pada tiga sektor pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU). "SRU pertama fokus di lokasi kejadian perkara, dekat warung milik Ibu Maryuni," katanya, Kamis (5/3/2026).

Dia menyebut, lokasi itu menjadi prioritas karena berdasarkan keterangan saksi mata, Maryuni terakhir terlihat di sekitar warungnya ketika banjir lahar. Saat itu korban disebut sempat tersambar arus dan diduga terjepit material batu besar yang terbawa aliran sungai.

Lantaran kondisi medan yang dipenuhi batu besar dan material vulkanik, tim SAR gabungan memaksimalkan pencarian di lokasi tersebut dengan bantuan alat berat guna membuka timbunan material.

Sementara itu, SRU kedua difokuskan di area bawah dam, yakni titik ditemukannya korban kedua pada operasi pencarian hari sebelumnya. Di lokasi ini, tim juga mengerahkan alat berat untuk mengangkat material yang menutup kemungkinan keberadaan korban.

Adapun SRU ketiga melakukan penyisiran lebih jauh ke arah hilir sungai. Tim bergerak dari titik akhir pencarian pada hari kedua hingga sekitar dua kilometer menyusuri aliran sungai.

Secara keseluruhan, operasi pencarian hari ketiga melibatkan sekitar 70 personel dari berbagai unsur tim SAR gabungan. Mereka terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan kebencanaan yang membantu proses pencarian di lapangan.

Untuk mempercepat proses evakuasi, lanjut Arif, tim SAR juga mengerahkan dua unit alat berat yang difungsikan membuka timbunan material batu dan pasir yang terbawa lahar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim SAR, dua korban yang masih dalam pencarian adalah Maryuni, seorang pedagang warung di kawasan hulu sungai. Serta Hasyim yang diketahui bekerja sebagai kuli cokir atau pekerja bongkar muat material.

Keduanya diduga berada di sekitar lokasi ketika banjir lahar hujan tiba-tiba menerjang kawasan tersebut pada Selasa sore. "Harapan kami tentu korban segera ditemukan," lontarnya.

Meski operasi pencarian terus berlangsung, kondisi cuaca di kawasan lereng Merapi menjadi perhatian tim SAR. Pada hari ketiga pencarian, cuaca terpantau mendung, sehingga potensi hujan di kawasan hulu tetap diwaspadai.

Untuk mengantisipasi banjir lahar susulan, kata Arif, tim SAR memantau kondisi melalui pos pemantauan di kawasan hulu. Jika terjadi hujan di lereng Merapi yang berpotensi memicu aliran lahar baru, seluruh personel di lapangan akan segera ditarik ke lokasi aman.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan tiga korban dari peristiwa tersebut. Korban pertama, Imam Setiawan, 21 warga Semarang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/3/2026) malam. Sehari kemudian, dua korban lainnya berhasil ditemukan, yakni Fuad Hasan, 25 dan Heru, 24 keduanya warga Kabupaten Magelang. (aya)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tim sar #Gunung Merapi hari ini #banjir lahar dingin #Borobudur #banjir lahar #Merapi Hari Ini #korban banjir #Basarnas #jawa tengah