Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terparah sejak 2010, Banjir Lahir Merapi Terjang Magelang, Tiga Tewas Belasan Truk Terseret

Naila Nihayah • Rabu, 4 Maret 2026 | 19:30 WIB

Dahsyatnya Lahar Merapi: Belasan Truk Terjebak, Alat Berat Tertimbun, dan Warung Warga Rata Tanah
Dahsyatnya Lahar Merapi: Belasan Truk Terjebak, Alat Berat Tertimbun, dan Warung Warga Rata Tanah

 

MUNGKID - Banjir lahar hujan di aliran sungai yang berhulu dari disebut sebagai yang terbesar sejak erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam.

Selain menyebabkan tiga korban jiwa, tetapi juga merusak belasan alat berat, melumpuhkan infrastruktur, serta mengganggu kebutuhan dasar ribuan warga.

Dahsyatnya aliran lahar hujan pada Selasa (3/3) sore membawa material vulkanik dalam jumlah besar. Kemudian, menghantam kawasan permukiman dan fasilitas umum di sejumlah desa di lereng Merapi.

"Air datang tiba-tiba, langsung besar dengan material. Tidak seperti biasanya yang naik bertahap," katanya.

Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur Arif Yulianto mengatakan, sudah mengevakuasi tiga korban dalam kondisi meninggal. Satu korban bernama Imam Setiawan, 21 warga Semarang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa malam (3/3).

Lalu, disusul dua korban lain, Fuad Hasan, 25 dan Heru, 24 warga Magelang pada pencarian Rabu pagi (4/3).

Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan. Upaya pencarian terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.

Baca Juga: Link Live Streaming BRI Super League Semen Padang vs PSIM Jogja Rabu 4 Maret 2026

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Data sementara mencatat tiga truk terseret arus sungai, sementara 12 truk lainnya terjebak di lokasi terdampak.

Tidak hanya itu, lanjut Arif, dua unit alat berat juga dilaporkan masih tertimbun material. "Untuk kendaraan yang terseret ada tiga truk, kemudian 12 truk lainnya terjebak, dan dua alat berat masih terpendam material," jelasnya.


Sekretaris Desa Keningar, Suratman menyebut, kerusakan jaringan air bersih terjadi di tiga wilayah sekaligus. "Kurang lebih ada 500 sambungan rumah terdampak, sekitar 1.500 jiwa di Desa Keningar, Argomulyo, dan sebagian Sumber," jelasnya.

Baca Juga: Retakan 50 Meter Menganga, Longsor Clongop Lumpuhkan Jalur Klaten-Gunungkidul

Sumber air yang berasal dari kawasan bawah Taman Nasional Gunung Merapi terputus akibat rusaknya pipa distribusi. Sistem Pamsimas yang dibangun sejak 2014 ikut terdampak, menyebabkan pasokan air berhenti total selama sekitar 18 jam.

"Dari (kemarin) Magrib sampai hari ini baru mulai diperbaiki. Sudah mengalir lagi, tapi belum maksimal," imbuhnya.

Banjir lahar juga merusak berbagai fasilitas umum, mulai dari saluran irigasi hingga jaringan air bersih. Selain itu, belasan alat berat dilaporkan rusak atau tertimbun material, memperparah kondisi di lapangan.

Baca Juga: Outlook Negatif Fitch Ratings Tambah Tekanan ke IHSG, Analis Soroti Risiko Global

Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung pada aktivitas warga, termasuk sektor pertanian dan distribusi logistik.

Kepala Desa Sewukan, Yeyen Rifai menyebut, bencana kali ini lebih parah dibandingkan peristiwa serupa pada 2010. "Ini lebih parah dari 2010. Kami berharap segera ada pemulihan," katanya.

 

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #Gunung Merapi #taman nasional #Merapi #Sungai Senowo #banjir lahar hujan #SAR Borobudur #2010