MUNGKID - Pemkab Magelang resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir lahar hujan yang terjadi di sejumlah aliran sungai berhulu dari Gunung Merapi. Keputusan ini diambil setelah hasil asesmen lapangan menunjukkan dampak yang signifikan. Baik terhadap infrastruktur maupun permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto menyebut, peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat diputuskan dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Rapat tersebut membahas hasil pendataan dampak bencana yang dilakukan sejak kejadian banjir lahar hujan pada Selasa (3/3) sore.
"Kami sepakat meningkatkan status menjadi tanggap darurat," ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Dukun Rabu (4/3).
Dia mengatakan, status tanggap darurat menjadi langkah strategis untuk memperkuat penanganan bencana. Terutama dalam membuka akses yang lebih luas terhadap sumber daya. Dengan status tersebut, pemkab memiliki kewenangan lebih besar dalam mengakses pembiayaan, pengerahan personel, serta dukungan logistik.
"Harapannya penanganan darurat bisa dilakukan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran," bebernya.
Editor : Sevtia Eka Novarita