PURWOREJO - Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri daerah. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk dapat menjaga identitas sebagai daerah religius, berbudaya dan berdaya saing.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Purworejo Ganis Pramudito.
Menurut Ganis, peringatan hari jadi kabupaten bukan hanya menjadi agenda seremonial rutin, tetapi sebagai ruang refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Purworejo.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali jati diri daerah. Tujuannya agar mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan akar budaya lokal.
"Jati diri daerah jangan ditinggalkan. Tempatkan sebagai fondasi supaya tetap kuat melangkah," pesannya, Kamis (26/2).
Kepada Radar Jogja, Ganis menerangkan, seiring perkembangan teknologi dan arus modernisasi, penguatan jati diri daerah menjadi semakin penting. Dia mengaku merasa lega karena kekuatan budaya serta nilai religi di Purworejo masih terjaga.
Kedua aspek tersebut menurutnya penting sebagai tameng untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. "Semangat kebersamaan dan gotong-royong selama ini mengakar di masyarakat. Ini menjadi modal kuat," ucapnya.
Dia menambahkan, kekuatan dan potensi daerah tercermin dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo. Sebab setiap kegiatan sengaja dikemas dengan memperhatikan nilai budaya, spiritual serta semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan hari jadi kabupaten tahun ini berlangsung satu bulan, mulai 22 Januari-27 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan doa bersama atau Kenduri Agung sekaligus peresmian sejumlah proyek infratruktur. Kemudian, ada Pegelaran Gending Setu Legi, berlanjut pagelaran karawitan selama lima hari. Setelah itu digelar Grebeg Budaya dengan menampilkan 16 kelompok kesenian.
Tak kalah menarik, dalam peringatan hari jadi kabupaten ini juga muncul gerakan ’Ngangkot Bareng Bupati’. Gerakan ini hadir untuk menggeliatkan kembali budaya naik angkot.
Selain itu terdapat kegiatan Purworejo Expo untuk mendorong ekonomi lokal. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan ziarah ke makam pendiri kabupaten dan mantan bupati. Puncaknya, peringatan hari jadi kabupaten akan ditutup dengan Pengetan Jumenengan dan Sidang Paripurna di DPRD Purworejo pada Jumat (27/2).
Sebelumnya, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyatakan, pemkab terus meneguhkan komitmen untuk merawat kebersamaan dalam membangun daerah. Hal ini ditegaskan saat memulai rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.
Bagi Yuli, identitas lokal merupakan kekuatan dalam mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing. Ujungnya diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Mari meneguhkan semangat kebersamaan dan mempererat persatuan yang menjadi jati diri masyarakat Purworejo," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo