MUNGKID - Selama Ramadan, menu pada program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kabupaten Magelang turut menuai sorotan dari orang tua siswa. Keluhannya mengarah pada kualitas menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran. Serta belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi anak.
Orang tua siswa asal Sawangan, Haksoro mencermati menu MBG yang diterima anaknya yang masih duduk di bangku TK dalam tiga hari pertama pelaksanaan pekan ini. Pada hari pertama, anaknya mendapat roti, pisang, dan susu kemasan.
Hari berikutnya berupa kemasan tiga butir kurma, dua butir telur rebus, dan roti tawar. Sementara di hari ketiga, menu terdiri dari kentang mustofa, lima butir telur puyuh, dan satu buah jeruk.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengakui adanya masukan dari masyarakat terkait kualitas menu MBG. Dia menegaskan, pemerintah daerah mendorong adanya evaluasi dan perbaikan, terutama dalam memastikan kelayakan makanan yang diberikan kepada siswa.
Dia juga menyoroti pentingnya transparansi informasi terkait anggaran MBG, yang selama ini kerap disalahpahami. Dia menyebut, nilai anggaran bervariasi, dengan kisaran Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per porsi untuk anak.
Namun demikian, dia menekankan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas. "Rp10 ribu itu kalau dikonversi dengan kebutuhan kilokalori, saya yakin cukup. Kalau istilah Jawa-nya murwat, yang penting layak," tegasnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita