KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani meminta camat hingga kepala desa berpartisipasi aktif untuk mengawasi peredaran mercon. Ia menekankan pentingnya pemangku wilayah hadir untuk memastikan pelaksanaan ibadah ramadan berjalan lancar tanpa terganggu adanya mercon.
Menurutnya, mercon berpotensi mengganggu ketertiban di lingkungan masyarakat. Tak jarang tradisi bermain mercon juga kerap menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, hal ini perlu menjadi perhatian serius. Terutama bagi kades yang paham dengan kondisi wilayah masing-masing. "Korban akibat petasan sudah banyak, sudah ditindak, tetapi masih terus terjadi," tegasnya saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Setda Kebumen Senin (23/2).
Lilis juga menyoroti fenomena penyakit masyarakat yang masih terjadi, seperti balap liar hingga peredaran minuman keras (miras). Dia pun meminta petugas dapat melakukan penertiban secara terukur dan konsisten. Hal ini dinilai penting sebagai penegasan sekaligus bentuk komitmen dalam menjaga keamanan wilayah.
Ia mengatakan, pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya sekadar imbauan. Dalam hal ini aparat pemerintah dari mulai tingkat kecamatan hingga desa perlu turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi sekaligus pengawasan. "Kita harus hadir sebelum masalah itu muncul," ujar Lilis.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan, ledakan petasan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Grobogan dan Boyolali, harus menjadi pelajaran bersama. Sebagai bentuk antisipasi, dia juga telah memerintahkan jajaran Satuan Reskrim dan Bhabinkamtibmas untuk segera mengamankan warga yang nekat memproduksi petasan secara ilegal. "Ini menjadi perhatian serius aparat keamanan dan pemerintah daerah," tegasnya.
Sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan, Polres Kebumen bersama TNI dan pemerintah daerah bakal menggelar patroli skala besar pada pekan ini. Dia meminta seluruh komponen proaktif dalam menciptakan situasi kondusif selama Ramadan. "Penanganan tidak bisa hanya mengandalkan Polri, tetapi butuh peran aktif pemerintah desa, kecamatan dan orang tua," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita