Permintaan kolang-kaling meningkat tajam jelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Omzet penjual kolang-kaling saat ini naik berkali lipat seiring datangnya bulan puasa.
Seperti terpantau di Pasar Tumenggungan Kebumen, kolang-kaling kini ramai diburu masyarakat. Bahan pangan khas ramadan tersebut belakangan banyak dicari masyarakat untuk melengkapi menu berbuka puasa.
"Pembeli lebih ramai dibanding hari biasa," ucap Mursiyati saat ditemui Radar Jogja, Rabu (18/2).
Dia menyebut pasokan kolang-kaling dari daerah penghasil masih mencukupi, sehingga lonjakan harga dapat dihindari. "Harga masih biasa. Yang di sini barang ambil dari daerah Tasik, Jawa Barat," ucapnya.
Ia mengaku omzet penjualan kolang-kaling sebelum memasuki bulan ramadan meningkat berkali lipat. Jika hari biasa ia hanya mampu menjual tidak kurang dari 5 kilogram, kini penjualan rata-rata minimal 10 kilogram.
Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya pendapatan pedagang. "Sekarang lagi laku banget. Belum sampai sore sudah dapat Rp 200 ribu lebih," ucapnya.
Ia memprediksi permintaan kolang-kaling akan terus mengalami peningkatan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri mendatang. Pedagang juga memastikan stok ketersediaan barang per hari ini mampu untuk mencukupi permintaan pasar.
"Mau lebaran kemarin sehari bisa laku setengah kwintal," terangnya.
Salah satu pembeli Samsul Maarif, 37, mengatakan, kolang-kaling dipilih untuk melengkapi menu berbuka puasa. Selain menyegarkan, bahan makanan ini juga dinilai cukup menyehatkan karena diambil langsung dari alam.
"Awet, bisa disimpan beberapa hari. Gampang juga buat banyak menu takjil," jelas warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan itu. (fid)
Editor : Heru Pratomo