Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selidiki Kericuhan Jembatan Ngembik, Polres Magelang Kota Tingkatkan Patroli Ramadan Antisipasi Tawuran hingga Perang Sarung

Naila Nihayah • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:23 WIB

 

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana (kiri) dan Kabag Ops Polres Magelang Kota Kompol Rinto Sutopo
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana (kiri) dan Kabag Ops Polres Magelang Kota Kompol Rinto Sutopo
 

 

 

MAGELANG - Polisi tengah menyelidiki insiden kericuhan yang terjadi di kawasan Jembatan Ngembik, Rabu (18/2) sore. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu diduga melibatkan sejumlah orang yang berlarian hingga memicu kegaduhan di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30. Polisi pun langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi.

"Dari hasil penyelidikan awal, ada beberapa orang yang diduga berlari-larian kemudian terjadi kericuhan," ujar dia di kantornya, Kamis (19/2).

Namun hingga kini polisi belum dapat menyimpulkan secara pasti motif maupun bentuk kejadian tersebut. Proses penyelidikan masih difokuskan pada pengumpulan keterangan dan bukti guna memperjelas konstruksi peristiwa.

Dia mengatakan, peristiwa ini terjadi di awal Ramadan, periode yang kerap diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya pada waktu ngabuburit dan menjelang sahur. Dia menilai, kondisi itu berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jika tidak diantisipasi sejak dini.

Iwan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

"Jangan sampai anak-anak terlibat tawuran, perang sarung, atau kegiatan lain yang bisa mengganggu ketertiban umum," katanya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Magelang Kota Kompol Rinto Sutopo menegaskan, kejadian di Ngembik menjadi satu indikator perlunya peningkatan patroli selama Ramadan.

Nantinya, patroli akan difokuskan pada waktu-waktu krusial, terutama saat ngabuburit di sore hari dan menjelang hingga setelah sahur di malam hari. "Jika diperlukan, kami juga menempatkan personel di lokasi tersebut," jelas dia.

Tidak hanya pada sore hari, kata dia, pengamanan juga diperluas hingga malam dan dini hari, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dan setelah sahur. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang kerap berulang setiap tahun, seperti perang sarung dan tawuran remaja.

Selain potensi tawuran, polisi juga menyoroti penggunaan petasan, kembang api, dan balon udara yang kerap muncul selama Ramadan hingga Idulfitri. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum.

"Petasan menjadi salah satu fokus pengawasan kami. Kami berharap masyarakat tidak menyalakan petasan maupun balon udara yang bisa menimbulkan risiko," bebernya.

Dia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

"Harapannya seluruh wilayah Kota Magelang tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk dan merasa aman," tuturnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#tawuran #jembatan ngembik magelang #perang sarung #polres magelang kota #ramadan