Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Sekadar Penentuan Awal Bulan, PCNU Kebumen Ingin Rukyatul Hilal Jadi Wisata Edukasi

Muhammad Hafied • Rabu, 18 Februari 2026 | 21:25 WIB
Ketua PCNU Kebumen Imam Satibi memimpin pelaksanaan rukyatul hilal di Menara Mercusuar Tanggulangin, Selasa (17/2) petang. (M Hafied/Radar Jogja)
Ketua PCNU Kebumen Imam Satibi memimpin pelaksanaan rukyatul hilal di Menara Mercusuar Tanggulangin, Selasa (17/2) petang. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

KEBUMEN - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen sedang menggagas pelaksanaan rukyatul hilal bukan hanya identik sebagai penentuan awal bulan Hijriah, tetapi juga wahana edukasi.

Konsep ini hadir dirancang agar membawa manfaat lebih luas, utamanya sebagai ruang literasi keislaman sekaligus pemahaman ilmu falak (astronomi) bagi masyarakat.

Ketua PCNU Kebumen Imam Satibi mengatakan, pentingnya pelaksanaan rukyatul hilal memiliki dimensi bersifat edukatif, ilmiah dan spiritual.

Artinya pelaksanaan pengamatan bulan tersebut mestinya bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menghadirkan pengalaman lain yang dapat diresapi masyarakat.

"Rukyat hilal seharusnya dirayakan sebagai momen belajar bersama dan mensyukuri kebesaran Allah," ujarnya kepada Radar Jogja, Rabu (18/2).

Menurut Imam, rukyatul hilal tidak semestinya menjadi ajang perdebatan metodologis di ruang publik. Bahkan dipersempit sebagai bagian milik kelompok tertentu.

Dia menegaskan metode menggunakan peneropongan bulan merupakan bagian dari khazanah peradaban Islam. Di dalamnya  sarat dengan nilai ilmiah dan spiritual.

"Karena jarang-jarang kita benar-benar menatap langit dengan kesadaran ilmiah dan spiritual sekaligus," ujarnya.

Ke depan, lanjut Imam, PCNU Kebumen akan mengembangkan konsep rukyatul hilal yang lebih edukatif dan atraktif tanpa meninggalkan substansi ilmiahnya.

Beberapa konsep yang dirancang antara lain menghadirkan tim observasi profesional yang andal mengoperasikan teleskop. Kemudian, menggelar majelis ilmu semacam talkshow yang fokus mengulas ilmu falak dan astronomi.

Di samping itu, PCNU Kebumen bakal membuka siaran langsung via media sosial khusus untuk pengamatan bulan. Lalu kegiatan dirancang dengan menggelar pameran peralatan teleskop dan edukasi astronomi.

Dalam konsep ini PCNU akan menggandeng komunitas para pecinta astronomi melalui pelibatan sekolah dan madrasah.

Imam menambahkan, PCNU Kebumen juga memandang perlu adanya pembentukan komunitas astronomi atau falakiyah tingkat kabupaten sebagai wadah kolaborasi secara berkelanjutan. "Saya optimis potensi itu ada. Ini bagian kami merawat tradisi keilmuan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kebumen Amin Mustofa menyambut baik gagasan PCNU untuk menghadirkan kegiatan rukyatul hilal sebagai bagian edukasi secara komperehensif.

Sebab selama ini masyarakat hanya dijejali informasi terkait hasil rukyatul hilal tanpa mengetahui proses dan cabang ilmu yang digunakan.

"Kami dukung penuh karena selama ini rukyatul hilal cuma sebatas agenda rutin tahunan, tapi masyarakat kurang paham keseluruhan," katanya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#PCNU Kebumen #Wisata Edukasi #rukyatul hilal #astronomi