Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buntut Opsen PKB Muncul Gerakan Stop Bayar Pajak di Jateng, Tak Bayar Salah tapi jika Naik Keberatan

Muhammad Hafied • Rabu, 18 Februari 2026 | 22:25 WIB
Warga Purworejo tetap bayar pajak kendaraan bermotor meski terdapat kenaikan pembayaran buntut dari adanya kebijakan penerapan pungutan opsen. (M Hafied/Radar Jogja)
Warga Purworejo tetap bayar pajak kendaraan bermotor meski terdapat kenaikan pembayaran buntut dari adanya kebijakan penerapan pungutan opsen. (M Hafied/Radar Jogja)


 

 

 

PURWOREJO – Wajib pajak di Purworejo mengeluhkan dengan adanya penerapan pungutan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Kebijakan tersebut dinilai kurang populis karena dirasa cukup memberatkan masyarakat.

Salah satu warga Popy Yuli Kusumoputro, 37, mengaku sempat kaget dengan tingginya tagihan PKB yang harus dia bayarkan. Warga Desa Tanjung, Kecamatan Ngombol itu baru mengetahui tingginya tagihan setelah ada pemberlakuan opsen pajak.

"Agak berat ya. Bukannya turun, ini malah naik," tegasnya kepada Radar Jogja, Rabu (18/2).

Popy merasa terbebani akibat adanya instrumen tambahan pada PKB. Apalagi setiap tahun dia harus merogoh kocek lebih karena kendaraan miliknya jenis roda empat. "Kalau pajak tahunan Rp 1,2 juta. Ganti plat terakhir saya habis sekitar Rp 2,3 juta," ungkapnya.

Mestinya, kata dia, pemberlakuan opsen dapat dipertimbangkan ulang oleh pemerintah. Kenaikan pajak kendaraan secara signifikan menurutnya merupakan kebijakan yang kurang memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.

"Harusnya step by step, bertahap lah. Tidak langsung naik sebanyak itu. Jadi bikin kaget," ujar Popy.

Dia pun turut menyikapi adanya gerakan stop bayar pajak kendaraan yang sempat ramai digaungkan di media sosial. Menurutnya gerakan ini muncul sebagai bentuk keresahan masyarakat akibat adanya pungutan opsen PKB.

Namun secara pribadi dia tak membenarkan gerakan tersebut. Sebab dari pajak kendaraan, roda pembangunan di daerah akan terus berjalan. "Ya mungkin karena resah, masyarakat bereaksi. Tapi kalau tidak bayar pajak, salah juga," tandasnya.

Warga lain Rohmah, 43, mengungkapkan hal sama. Ia merasa kenaikan pajak kendaraan sangat membebani pengeluaran. Wanita asal Desa Karangwuluh, Kecamatan Kutoarjo itu berharap pemerintah perlu melakukan penyesuaian terhadap pajak kendaraan bermotor.

Hal ini dinilai cukup penting agar pendapatan daerah tetap terjaga, tanpa mengurangi minat masyarakat dalam membayar pajak. "Kalau bisa naiknya ya jangan terlalu tinggi," ujarnya.

Pantauan di Samsat Purworejo, masyarakat tampak antre untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan. Radar Jogja sempat berupaya mengonfirmasi terkait adanya ajakan stop bayar pajak kendaraan yang beredar di media sosial. Namun para pejabat UPPD Samsat Purworejo sedang melaksanakan tugas di luar kantor.

Editor : Heru Pratomo
#jateng #samsat #Opsen PKB #Stop Bayar Pajak #keberatan #jawa tengah #Purworejo