PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2577 di kawasan Candi Borobudur berlangsung meriah dan penuh makna. Melalui aktivasi bertajuk #ImlekdiCandi, pengelola menghadirkan hiburan berupa pertunjukan barongsai dan liong samsi untuk menghibur wisatawan. Ada juga instalasi wishing wall yang dipenuhi dengan harapan wisatawan.
Tabuhan drum dan simbal yang menggema di area Marga Utama, kompleks Candi Borobudur menandai dimulainya atraksi barongsai dari Paguyuban Panbers Jogja. Wisatawan berkumpul dan mengabadikan momen satu tahun sekali itu.
Wisatawan asal Cilacap, Koningatun Mukaromah mengaku terhibur dengan adanya pertunjukan barongsai.
"Ini menghibur semua pengunjung, khususnya anak saya yang sangat senang menonton barongsai dan liong," ujarnya kemarin (17/2).
Koningatun datang ke Borobudur dalam rangka mengisi liburan sekolah anaknya. Sebelumnya dia dan keluarga sempat mengunjungi kawasan Malioboro di Jogja, sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur di Kabupaten Magelang.
Selain pertunjukan barongsai, daya tarik lain yang menyedot perhatian adalah instalasi wishing wall. Di area khusus ini, wisatawan dapat menuliskan doa dan harapan mereka untuk tahun yang baru.
Seperti halnya dengan wisatawan asal Jakarta, Nyayu Nur Khalida Ridhwana. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan menulis harapannya. "(Menulis di wishing wall) biar terkabul. Tadi nulis supaya selalu happy, sehat, banyak duit, kenyang, sukses, dan semangat," tuturnya.
Dia mengaku tertarik ikut menulis karena melihat banyak pengunjung lain melakukan hal serupa. Selain itu, fasilitas tersebut dapat diakses secara gratis, sehingga mendorong partisipasi lebih luas.
Digital Marketing Division Head PT TWC Adepa Imarna menjelaskan, pertunjukan barongsai dan liong digelar dalam tiga sesi, yakni pukul 10.00, 14.00, serta satu sesi tambahan di kampung sekitar Borobudur. "Kami juga ingin mengajak wisatawan ikut menikmati pertunjukan ini," katanya.
Tidak hanya atraksi barongsai dan liong, pengelola juga menghadirkan instalasi wishing wall. Adepa menjelaskan, instalasi ini dihadirkan sebagai ruang refleksi dan partisipasi pengunjung.
"Kami ingin mengajak pengunjung menuliskan harapan mereka, lalu bersama-sama kita amini," tambah dia.
Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur mengatakan, perayaan Imlek di kawasan candi dirancang sebagai destinasi liburan yang menggembirakan bagi semua kalangan.
"Imlek di Candi bukan sekadar perayaan pergantian tahun, melainkan momentum akulturasi budaya dan harmonisasi hidup," ungkapnya.
Menurutnya, menggelar perayaan budaya di situs warisan dunia menjadi simbol bahwa keberagaman dapat tumbuh berdampingan secara harmonis. Kehadiran barongsai dan wishing wall di Candi Borobudur dinilai menjadi wujud nyata semangat toleransi dan persatuan. (aya/laz)
Editor : Herpri Kartun