PURWOREJO - Sebanyak 415 warga Kabupaten Purworejo secara sukarela mengundurkan diri dari penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH). Ratusan keluarga tersebut memutuskan untuk tidak lagi menerima bansos program pemerintah setelah kondisi ekonomi mereka berangsur membaik.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyatakan rasa bangga sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang telah berkenan terlepas dari program bansos pemerintah.
Menurutnya keputusan mundur dari peserta PKH ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, tetapi awal menuju kehidupan lebih sejahtera.
"Keputusan untuk lulus secara mandiri dari program PKH adalah langkah mulia," ujar Yuli saat penyerahan sertifikat graduasi PKH di Pendopo Agung Purworejo, Rabu (11/2).
Ditegaskan, kehadiran 415 penerima manfaat yang berhasil terlepas dari PKH menjadi simbol pengentasan kemiskinan di Purworejo. Adapun secara keseluruhan mereka yang mengundurkan diri dari PKH tersebar di 16 kecamatan.
Dengan adanya graduasi ini diharapkan kuota penerima PKH dapat dialihkan untuk warga lain yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan. "Membuka kesempatan bagi keluarga lain yang masih membutuhkan," imbuh Yuli.
Tahun ini Pemkab Purworejo telah mengusulkan 1.138 keluarga untuk tidak lagi terdaftar sebagai penerima PKH. Dari jumlah usulan tersebut, 1.071 keluarga di antaranya telah disetujui Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Proses usulan pengunduran PKH ini dipastikan telah melalui proses pendampingan serta verifikasi berkelanjutan oleh petugas pendamping PKH di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Purworejo Andang Nugerahatara Sutrisno menjelaskan, graduasi PKH secara simbolis merupakan bentuk apresiasi atas kemandirian penerima manfaat bansos.
Langkah ini juga bagian dalam mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan di Purworejo. "Keberhasilan PKH itu ditandai dengan graduasi mandiri," tegasnya.
Andang menerangkan, graduasi PKH secara sukarela terjadi manakala penerima manfaat merasa telah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Artinya para penerima manfaat sudah tidak lagi bergantung dari bantuan pemerintah.
Dia menaruh harap pengunduran diri PKH tahun depan dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program pengembangan usaha, pengelolaan keuangan serta peningkatan keterampilan masyarakat.
"Keberhasilan ini hasil sinergi dari kerja keras KPM, pendamping sosial dan seluruh pihak terkait," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo