Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanah Terus Bergerak di Padasari Tegal! 464 Rumah Roboh, 2.453 Warga Mengungsi, Hujan Bikin Makin Parah

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 10 Februari 2026 | 14:02 WIB

Warga mengungsi akibat tanah gerak di Desa Padasari Jatinegara Tegal, 464 Rumah Rusak dan 2.453 Warga Mengungsi.
Warga mengungsi akibat tanah gerak di Desa Padasari Jatinegara Tegal, 464 Rumah Rusak dan 2.453 Warga Mengungsi.
 

TEGAL - Tanah Gerak Melanda Desa Padasari Jatinegara Tegal, 464 Rumah Rusak dan 2.453 Warga Mengungsi.

Status Tanggap Darurat hingga 16 Februari 2026Tegal, 10 Februari 2026.

Fenomena pergerakan tanah yang menyeramkan masih terus mengguncang Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sejak malam Senin 2 Februari 2026 lalu.

Tanah lempung yang jenuh air hujan merayap secara perlahan namun tak kenal henti akibat fenomena geologi creeping, membuat retakan semakin lebar, rumah-rumah roboh, jalan ambles, hingga tiang listrik miring.

Suara derit dan retak bangunan masih sering terdengar terutama saat hujan deras turun, memaksa warga meninggalkan rumah dengan perasaan was-was dan haru saat mengemasi barang-barang terakhir dari tempat tinggal yang sudah tak lagi aman.

Hingga update terbaru dari BNPB dan BPBD, sebanyak 2.453 jiwa dari 596 kepala keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi ke delapan titik pengungsian, termasuk SDN 2 Padasari, Pondok Pesantren Dawuhan, Gedung Serbaguna Desa Penujah, serta beberapa majelis taklim dan rumah warga yang lebih tinggi.

Dari total tersebut, prioritas diberikan kepada lansia, ibu hamil, balita, dan anak-anak yang rentan.

Kerusakan material sangat masif dengan 464 unit rumah terdampak, di mana 205 unit rusak berat hingga rata dengan tanah, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan.

Tak hanya rumah, bencana ini juga merusak tujuh fasilitas pendidikan termasuk sekolah dan madrasah, satu fasilitas ibadah, satu fasilitas kesehatan, bendung irigasi, jembatan desa, tiga ruas jalan desa dan kabupaten, serta kantor Desa Padasari sendiri.

Pemkab Tegal telah menetapkan status tanggap darurat bencana tanah bergerak melalui SK Nomor 100.3.3.2/127/2026 yang berlaku hingga 16 Februari 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau lokasi dan mengalirkan bantuan awal Rp 210 juta.

BNPB bersama BPBD Provinsi dan Kabupaten Tegal menyalurkan logistik, permakanan, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial.

Rencana jangka panjang mencakup pembangunan hunian sementara (huntara) segera dan hunian tetap (huntap) di lokasi aman, disertai relokasi permanen bagi warga zona merah.

PMI Kabupaten Tegal turut aktif membantu evakuasi barang berharga dan penanganan medis di posko.

Pakar geologi dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan UGM menegaskan bahwa creeping ini khas terjadi pada tanah lempung di lereng dengan curah hujan tinggi, mirip kasus di beberapa daerah Jawa lainnya.

Pemerintah mengimbau warga tidak memaksakan pulang tanpa izin petugas, tetap waspada terhadap tanda retakan baru, dan segera melapor jika ada pergerakan mencurigakan.

Doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Jawa Tengah sangat dibutuhkan agar para penyintas segera mendapatkan tempat tinggal layak dan rasa aman kembali. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#creeping tanah lempung #tanah gerak Padasari Tegal #bencana alam Jawa Tengah 2026 #huntara huntap Tegal #Desa Padasari Jatinegara Tegal #tanah gerak Padasari #pergerakan tanah Tegal #evakuasi warga Tegal #bencana Jatinegara