KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU).
Berbagai intervensi akan dilakukan, termasuk mengalokasikan anggaran agar pembangunan JLU yang sempat terhenti dapat segera diteruskan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kurnia Hadi menyampaikan, penanganan JLU segera dilakukan secara bertahap, mengingat anggaran infrastruktur yang dibutuhkan terlampau besar.
Baca Juga: Erwan Hendarwanto Dipinjamkan ke Garudayaksa FC, Musim Depan Kembali sebagai Dirtek EPA PSIM Jogja
Adapun saat ini proyek pembangunan JLU masih tersisa sekitar 8 kilometer agar seluruh ruas dari ujung timur hingga barat dapat terhubung.
"Tidak sekaligus dibangun, tapi sudah ada keseriusan ke arah sana," ucapnya kepada Radar Jogja, Senin (9/2/2026).
Kurnia membeberkan, saat ini pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk sejumlah ruas JLU yang belum tertangani.
Antara lain ruas Jalan Wadasmalang-Sadangkulon dengan total anggaran Rp 2 miliar.
Kemudian, Jalan Wadasmalang-Slepi dengan nilai anggaran sama, yaitu Rp 2 miliar. Pemkab juga mengaloksikan pembangunan ruas Jalan Pagebangan-Somagede dengan total pagu anggaran Rp 2,5 miliar.
"Kalau total estimasi mungkin butuh Rp 32 miliar supaya JLU bisa terhubung," ungkanya.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Tebing Sungai Pelang di Sinduharjo, Ngaglik, Sleman Dikeluhkan Rawan Longsor
Kurnia menerangkan, selain kendala anggaran, tertundanya kelanjutan pembangunan JLU juga karena faktor perizinan. Sebab sebagian titik ruas jalan melintasi lahan milik perhutani serta aset milik desa.
Namun begitu, saat ini masih dalam proses pengurusan perizinan. Di satu sisi, proses pengerjaan jalan di sana juga butuh penanganan khusus karena berada di wilayah pegunungan.
"Ada tiga titik ruas yang parah. Dihitung sekitar 8 kilometer ya," ungkapnya.
Tahun ini Pemkab Kebumen telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 161 miliar untuk mendorong program pemerataan infrastruktur.
Alokasi anggaran daerah itu ditujukkan untuk perbaikan jalan dan jembatan. Pencanangan program pemerataan infrastruktur ini direncanakan bakal menyasar 69 titik ruas jalan yang tersebar di 23 kecamatan.
Kurnia menjelaskan, penanganan infrasruktur tahun ini difokuskan untuk mendukung program ketahanan pangan.
Sedangakan pada tahun depan prioritas dialokasikan untuk menunjang program yang berkaitan dengan sektor pariwisata.
"Komoditas pangan akan berkembang kalau ada dukungan infrastruktur. Itu arahnya," ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kebumen Bambang Sutrisno mendorong agar kelanjutan penanganan JLU dapat segera terealisasi.
Menurut dia, keberadaan jalan mulus cukup penting untuk menunjang konektivitas warga di wilayah utara, terutama bagi mereka yang berada di perbatasan kabupaten.
Selain menunjang kebutuhan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, pembangunan JLU juga akan mempermudah warga dalam mengangkut hasil pertanian.
"Orang kota bisa menikmati panen juga dari petani di wilayah utara. Saya pikir JLU cukup urgent," katanya. (fid)
Editor : Winda Atika Ira Puspita