MUNGKID - Ratusan pelajar tingkat SD hingga SMA meramaikan gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Magelang 2026.
Mereka yang bertanding merupakan atlet yang twlah lolos seleksi tingkat kecamatan. Ajang yang dihelat di GOR Pakubumi, Bumirejo ini menjadi sarana untuk menyeleksi bibit atlet menuju level lebih tinggi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, POPDA bukan hanya kompetisi seremonial. Melainkan bagian dari sistem pembinaan olahraga pelajar.
Menurutnya, ajang ini menjadi ruang untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
Seluruh kontingen, kata dia, tentu sudah mempersiapkan atletnya dengan maksimal. "Dari sini akan lahir atlet-atlet terbaik yang bukan hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga Kabupaten Magelang," ujarnya, Senin (9/2/2026).
POPDA tahun ini mempertandingkan jumlah cabang olahraga yang relatif lengkap. Untuk tingkat SD/MI, terdapat 20 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Sementara jenjang SMP/MTs serta SMA/SMK masing-masing mempertandingkan 21 cabang olahraga.
Cabang yang dilombakan meliputi futsal, bulutangkis, renang, voli, atletik, karate, pencak silat, basket, senam, tenis meja, sepak bola, sepak takraw, panahan, judo, lompat jauh, dan sejumlah cabang lainnya.
Dengan spektrum cabang olahraga yang luas, POPDA menjadi etalase potensi olahraga pelajar di Kabupaten Magelang.
Tidak hanya cabang populer seperti sepak bola atau bulutangkis, tetapi juga cabang yang membutuhkan teknik dan pembinaan khusus seperti panahan dan judo.
Korwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Ngablak, Suharyanti mengatakan, seluruh peserta yang berlaga di tingkat kabupaten telah melalui proses seleksi di tingkat kecamatan. Itu berarti mereka merupakan perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing.
"POPDA diikuti peserta dari semua sekolah di Kabupaten Magelang. Yang bertanding di sini adalah mereka yang sudah lolos di tingkat kecamatan," katanya.
Baca Juga: Tak Kunjung Teratasi! Dishun Kota Jogja Butuh Mobil Derek, Beri Efek Jera Pelanggar Parkir Liar di Jalan Pasar Kembang
Menurutnya, sistem berjenjang itu penting untuk memastikan kompetisi berjalan kompetitif sekaligus memberi kesempatan merata bagi sekolah-sekolah di berbagai wilayah.
Selain menjadi ajang kompetisi, POPDA juga berfungsi sebagai mekanisme penjaringan atlet yang berpotensi untuk mewakili Kabupaten Magelang di tingkat provinsi.
Dia menambahkan, pelaksanaan POPDA tidak hanya dipusatkan di GOR Pakubumi. "Melainkan juga di sejumlah venue yang telah ditentukan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga," lontarnya.
Baca Juga: Muat Tampung 30-an Bus Besar, Terminal Semin Disiapkan Jadi Rest Area Arus Mudik Lebaran di Jalur Utara Gunungkidul
Bagi para juara, panitia menyiapkan piagam penghargaan serta sejumlah reward bagi peringkat 1, 2, dan 3 di masing-masing cabang.
Namun lebih dari sekadar trofi dan penghargaan, POPDA menjadi batu loncatan bagi atlet pelajar untuk menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. (aya)
Editor : Winda Atika Ira Puspita